Oleh: husnun | April 4, 2008

makalah seminar independensi media massa menghadapi pemilu 2009

Ini makalah saya saat menjadi pembicara dalam seminar Independensi Media Massa Menghadapi Pemilu 2009 di PPI Unmer Malang, 3 April 2008. Selain saya, ada Leo Batubara (Dewan Pers), Hendry Subiyakto (Penasehat Menkominfo, pakar komunikasi Unair), Iman D Nugroho (Ketua AJI Jawa Timur) . Ketiganya orang top lo, cuma saya yang orang lokal

Bersahabat dengan Pers *

Perkembangan media massa, terutama media cetak, di Indonesia dalam beberapa decade ini mengalami peningkatan cukup besar. Dari sisi geografis, saat ini semua ibu kota provinsi sudah ada penerbitan, bahkan di beberapa kota jumlah media cetaknya lebih dari satu. Kebebasan yang diberikan oleh pemerintah dengan menghapus SIUPP (Surat Ijin Penerbitan Pers) merupakan tonggak kebangkitan media cetak di Indonesia. Pemerintah memberikan kebebasan kepada siapa saja untuk menerbitkan koran, tabloid atau majalah, tanpa harus dibredel oleh pemerintah.

Dalam kurun waktu tersebut media cetak di Indonesia secara kuantitas berkembang sangat pesat, jumlahnya bahkan mencapai seribu penerbitan. Tapi jumlah yang besar itu tidak disertai dengan peningkatan kualitas dan profesionalisme pengelolanya. Akibatnya, banyak media cetak yang diterbitkan saat awal era reformasi, tapi pada saat yang tidak terlalu lama, banyak pula yang berguguran. Pemerintah sudah menghapus kebijakan bredel terhadap media cetak, tapi ‘’bredel’’ yang dilakukan masyarakat jauh lebih kejam, tak kenal ampun. Seleksi alam terhadap media cetak terjadi sangat cepat. Begitu banyak media cetak diterbitkan, tapi sebagian besar sekarang hanya tinggal nama.

Setelah tumbangnya ratusan penerbit, bisnis media cetak di Indonesia dikuasai oleh dua kelompok besar : Kompas dan Jawa Pos. Kedua kelompok ini melebarkan sayapnya ke seluruh penjuru tanah air. Kelompok Kompas yang berpusat di Jakarta – dengan induknya harian Kompas – memiliki anak perusahaan di beberapa provinsi. Yang terbaru adalah, Kompas mendirikan anak perusahaan berlabel Tribun. Misalnya, di Makassar, Balikpapan, Pekanbaru, Batam dan beberapa kota lain.


Sedangkan kelompok Jawa Pos terus menggurita dengan melahirkan anak perusahaan baru. Bahkan Jawa Pos sudah memiliki banyak ‘’cucu’’, karena sebagian besar anak perusahaannya sudah berkembang membentuk perusahaan baru. Kalau pada beberapa decade sebelumnya ada anggapan bahwa koran hanya terbit di ibu kota negara dan provinsi, kini kondisinya berubah sangat cepat. Kelompok Jawa Pos menerbitkan koran di kota dan kabupaten. Di Jawa Timur dan Bali dikenal dengan kelompok Radar yang sebenarnya merupakan suplemen dari Jawa Pos. Saat ini Jawa Pos memiliki sekitar 170 anak perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia yang bergerak dalam bidang media.

Sejalan dengan pelaksanaan Otonomi Daerah, di Indonesia saat ini berkembang pers daerah (community newspapper). Perkembangan daerah dengan segala dinamika kehidupan masyarakatnya, selama ini kurang terekspos oleh media regional apalagi nasional, kini mendapat tempat di media lokal. Otonomi daerah – yang diharapkan – bisa meningkatkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat, berperan besar dalam pertumbuhan pers daerah.

Semua elemen masyarakat di daerah bisa memanfaatkan koran di daerah untuk kepentingannya. Para pebisnis bisa memanfaatkan untuk memasang iklan produknya secara ekonomis, karena tarif iklannya lebih murah dibanding beriklan di koran nasional. Para politisi bisa memanfaatkan untuk mengangkat namanya agar semakin dikenal oleh masyarakat.

Saat Pilkada adalah saat ‘’panen’’ bagi koran di daerah, karena para calon memanfaatkan koran sebagai media kampanye. Beberapa calon memanfaatkan koran untuk berkampanye dengan memasang gambar mereka. Ada pula yang menampilkan tulisan dalam bentuk artikel atau berita yang dikemas dalam advetorial. Untuk semua itu mereka harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit sebagai kompensasi publikasi yang diterima. Semakin banyak dana yang dikeluarkan, semakin banyak space yang diperoleh untuk kepentingan kampanye.

Tapi untuk urusan porsi berita, tidak berlaku hukum dagang. Besar kecilnya berita untuk masing-masing peserta Pilkada ditentukan oleh unsur-unsur berita yang ada dalam peristiwa yang terjadi. Memang pemasang iklan besar bisa mendapat porsi lebih banyak, tapi untuk berita semua diperlakukan sama. Kalau ada calon yang kreatif membuat acara yang unik dan menarik, tentu akan mendapat porsi pemberitaan yang lebih besar.

Untuk momen kampanye, biasanya koran memberitakan sesuai dengan jadwal yang dimiliki masing-masing calon. Tapi isu-isu menarik di balik kampanye dan proses Pilkada tetap diberitakan. Beberapa koran daerah menyediakan halaman khusus Pilkada untuk menampung aktivitas para peserta Pilkada dan dinamika yang terjadi di dalamnya. Halaman ini diperuntukkan bagi semua peserta Pilkada, tanpa ada pembedaan. Unsur-unsur berita dan kelayakannya menjadi pertimbangan untuk pemuatan sebuah peristiwa.

Harus diakui, pers memiliki peran yang besar dalam menggalang opini masyarakat. Sudah banyak contoh kunci sukses yang diperoleh karena dukungan dari pers. Maka, masyarakan bisa memanfaatkan pers untuk kepentingan mereka. Jadikan pers sebagai sahabat yang baik. Sahabat yang baik tidak selalu memuji atau menampilkan hal-hal yang bagus, tapi tak jarang menampilkan kritik yang pedas. Kritik objektif itu sebagai bukti hubungan yang baik antara kedua pihak. Kritik itu memang pahit, tapi itu sangat penting untuk koreksi dan perbaikan.

Makalah disampaikan dalam seminar Independensi Media Massa menghadapi Pemilu 2009 di PPI Unmer Malang, 3 April 2008

Husnun N Djuraid

- Pemimpin Redaksi Malang Post

- Redaktur Grup Jawa Pos

- Dosen Jurnalistik, Media Relations Fisip Unmer

- Dosen Jurnalistik FKIP UMM


Responses

  1. saya dulu pernah magang di Radar Palembang. memang enak menjadi wartawan. kita dapat ilmu, banyak teman. barangkali, memang nasib saya belum menjadi wartawan. sebagai gantinya, saya menulis peristiwa apa saja di dalam blog pribadi saya. saya sekarang mengajar. mungkinkah suatu saat saya kembali menjadi seorang wartawan ?\
    mantap.

    • Yang terpenting skarang tetap menjalani hidup dengan positif thinking.
      Jangan pernah menganggap bahwa apa yang kita kerjakan sekarang itu2 aja untuk selamanya. jadi tetep semangat dan yakin pasti ada jalan dan kemungkinan disaat yang akan datang.segala sesuatu itu pasti terjadi apabila kita punya pengharapan.

  2. Saya sangat tertarik dengan artikel ini.kebetulan saya lagi sedang meneliti ttg independensi media terhadap pemberitaan masalah partai lokal dan partai nasional di Aceh, ttp saya menfokuskan pada media lokal yang ada di Aceh, brgkali bpk bisa bantu saya nantinya.

  3. terima kasih sebelumnya

    -Ok, dengan senang hati

  4. Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang,
    lihat kenyataan yang ada di sekitar kita!

    Uang Dihamburkan…
    Rakyat dilenakan…
    Pesta DEMOKRASI menguras trilyunan rupiah.
    Rakyat diminta menyukseskannya.
    Tapi rakyat gigit jari setelahnya.
    DEMOKRASI untuk SIAPA?

    Ayo temukan jawabannya dengan mengikuti!

    Halqah Islam & Peradaban
    –mewujudkan rahmat untuk semua–
    “Masihkah Berharap pada Demokrasi?”
    Tinjauan kritis terhadap Demokratisasi di Dunia Islam

    Dengan Pembicara:
    Muhammad Rahmat Kurnia (DPP HTI)
    KH. Ahmad Fadholi (DPD HTI Soloraya)

    yang insyaAllah akan diadakan pada:
    Kamis, 26 Maret 2009
    08.00 – 12.00 WIB
    Gedung Al Irsyad

    CP: Humas HTI Soloraya
    HM. Sholahudin SE, M.Si.
    081802502555

    Ikuti juga perkembangan berita aktual lainnya di
    hizbut-tahrir.or.id

    Semoga Ia senantiasa memberikan petunjuk dan kasih sayangnya kepada kita semua.
    Ok, ma kasih atas perhatian dan kerja samanya. (^_^)
    Mohon maaf jika ada ucapan yang kurang berkenan. (-_-)

    Wassalamu alaikum wr. wb.

  5. saya seorang mahasiswa di sebuah perguruan tinggi, kebetulan saya juga merangkap sebagai wartawan .. ini pertama kalinya saya menjadi wartawan, lumayan enak juga sich .. selain dapat temen kita juga dapat temen yang bisa berbagi ilmu dengan kita .. buat semua temen” wartawan dari koran, tabloid, majalah apasaja !! doain saya ya !!!!!!!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: