Oleh: husnun | Oktober 28, 2008

Sumpah Pemuda dan BBM Turun

AKHIR pekan lalu, beberapa tokoh muda berkumpul di Jakarta untuk membahas tampilnya anak muda sebagai pemimpin bangsa dalam pemilihan presiden tahun depan. Anak-anak muda itu sudah mulai menggulirkan wacana bahwa tampilnya anak muda sebagai presiden sudah mendesak. Mereka sudah tidak sabar melihat penampilan para pinisepuh yang selalu mendominasi kepemimpinan.

Beberapa nama anak muda sudah mulai dimunculkan sebagai kandidat presiden. Sebut saja Rizal Mallarangeng, Fadjroel Rahman, Yudi Chrisnandi dan beberapa nama lain. Desakan agar anak muda diberi kesempatan memimpin negara ini menemukan momentumnya bersamaan dengan peringatan Sumpah Pemuda. Dalam sejarah Indonesia, Sumpah Pemuda diyakini sebagai pemicu munculnya pergerakan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah di berbagai belahan bumi menunjukkan, peran anak muda sangat besar dalam memajukan sebuah negara. Di Amerika - yang ekonominya terpuruk, karena selalu dipimpin oleh orang tua yang terlalu agresif menghabiskan anggaran untuk perang – masyarakatnya mulai merindukan pemimpin baru dari anak muda. Kalau tidak ada aral melintang, Barack Obama yang masih muda itu, akan menjadi pemimpin Amerika.

Dalam beberapa kesempatan semangat anak muda sangat dibutuhkan untuk membawa kemajuan. Apakah anak muda juga dibutuhkan dalam pergantian pemimpin Indonesia tahun depan ? Jawaban pertanyaan ini masih menunggu waktu karena jalan yang dilalui untuk itu cukup terjal. Para pemimpin partai politik masih enggan untuk menempatkan anak muda dalam posisi strategis. Bahkan kalau ada anak muda yang menonjol, langsung disingkirkan karena bisa mengganggu kemapanan.

Indonesia masa depan butuh orang yang tegas, taktis, visoner dan memihak kepentingan rakyat. Bukan pemimpin peragu yang terlalu banyak pertimbangan yang justru membuat rakyat geregetan. Saat seperti sekarang ini yang dibutuhkan rakyat adalah pemimpin yang segera tanggap pada masalah rakyat, diantaranya masalah ekonomi. Pemerintah boleh mengklaim sukses dalam bidang ekonomi, tapi secara riil rakyat sangat menderita akibat kebijakan ekonomi pemerintah.

Dalam bidang BBM misalnya, pemerintah mengaku mengambil kebijakan yang tidak populis dengan menghapus subsidi BBM. Kebijakan itu diambil untuk menyelamatkan ekonomi dalam jangka panjang. Pertimbangan ekonomi mengalahkan pertimbangan pro-rakyat.

Salah alasan pemerintah menaikkan harga BBM adalah harga minyak di pasasan dunia mengalami kenaikan. Maka patokan harga minyak yang dipakai di APBN adalah USD 90 per barel. Maka ketika harga minyak internasional terus naik, mau tidak mau harga BBM dalam negeri juga harus ikut naik. Ya, pemerintah harus mengambil kebijakan itu dengan berat hati kalau tidak ingin perekonomian ambruk. Rakyat menjerit karena lehernya sudah tercekik kebutuhan ekonomi yang sangat berat. Roda perekonomian pun tersendat, karena harga-harga melambung.

Sekarang kita perlu menguji konsistensi kebijakan itu. Apa yang dilakukan pemerintah ketika harga minyak dunia turun sampai tingkat USD 60 ? Dalam hitungan awam, seharusnya harga BBM dalam negeri juga turun. Dengan harga minyak dunia sebesar itu, seharusnya harga bensin dalam negeri tidak lebih dari Rp 5.000/liter. Nyatanya, sampai sekarang harga BBM tidak mengalami perubahan. Itu artinya pemerintah menangguk untung yang besar dari menjual BBM kepada rakyatnya sendiri.

Kalau saja kita punya pemimpin yang responsive dan tidak peragu, harga bensin dalam negeri sudah diturunkan menjadi Rp 5.000/liter. Kalau itu dilakukan, sopir mikrolet bisa beroperasi dengan lancar, sektor riil kembali marak, perekomian rakyat semakin menggeliat. Kita tidak tahu, apa yang ada di benak para pengambil kebijakan di pemerintahan.

Pertimbangan politis, ekonomis dan populis harus segera diambil. Menurunkan harga bensin menjadi Rp 5000/liter adalah kebijakan yang menyangkut tiga kepentingan itu ; politis, ekonomis dan populis. Kalau pemerintahan sekarang mau menurunkan harga BBM, mereka akan dikenang oleh masyarakat dengan kenangan yang indah. Bukan hanya saat ini, tapi sampai 2009 mendatang. Ketika rakyat masuk ke bilik suara, mereka akan menyoblos – atau menyontreng – gambar calon yang mereka anggap berjasa. ‘’Saya pilih dia yang ganteng dan berwibawa sekaligus tegas dan berani menurunkan harga BBM.’’ Mungkin begitu ucapan rakyat saat mereka ikut dalam Pilpres tahun depan.

About these ads

Responses

  1. Sampeyan memang top!
    Teruskan mikir negara dan bangsa.
    Karena sekarang kebanyakan orang mikir nasibe dhewe-dhewe.
    Monggo salat dhuha…

    Salam,
    Rohman Budijanto

  2. wah kalo saya jadi tukang kompor di blog saja pakde :mrgreen:

  3. Woro-woro : yang komen pertama itu bukan orang sembarangan lo, dia itu orang top plus rajin salat duha. Pemrednya Jawa Pos, itu lo koran paling top dari Surabaya. Wah terima kasih, sudah dikunjungi orang top, mudah-mudahan ketularan.
    Kalau yang kedua itu juga orang top di dunia blog, bosnya IBSN

  4. pak’e, barack obama itu bukannya udah tua to pak? :D setuju..pilih pemimpin yang cerdas, cepat, kritis, ngerti masalah bangsa, talk less Do more, punya hati nurani, ga cuman cengar cengir tepe2 terus pas jadi pemimpin ga bs apa2&cuman bs di dekte aja :D
    kalo BBM kayaknya susaaah bwt turun deh pak..sebagaimana kita tau, minyak itu asalnya dari fosil..sebenernya kita bs menurunkan harga BBM dan meningkatkan produksi minyak mentah asalkan kita tabur benih,bikin fosilnya dulu ehehehe :D

  5. salamm….
    klo saya orang top bin narsis dari Dunia Dewi :-D

  6. Halo, Cak Nun. Saya datang keroyo-royo ke sini atas rekomendasi mas HM Cahyo, orang top di blog. Katanya mungkin saya kenal. Saya bilang kenal, lha wong top sak Ngalam, masak gak kenal. Bgm kabar? Ikutan di sini bersama orang2 top, biar ketularan jadi top. Tapi jangan topless, ya… he… he…

  7. Sst..jangn bilang-bilang, kali ini yang datang dosen top lo. Sudah banyak nulis buku, sering tampil sebagai pembicara seminar. Sering bareng-bareng dengan saya, cuma bedanya beliau jadi pembicara saya jadi peliputnya. Sugeng rawuh Pak Heru, sukses selalu

  8. waduh ternyata banyak orang TOP disini – yang jelas buka TUWO OMPONG PEROT khan Pak De :mrgreen:

    salam saking lawang

  9. saya bagian ngomporin orang2 ajah, biar mau bagi2 wawasan & pengetahuannya supaya makin bermanfaat.. :twisted: :mrgreen:

  10. Nduk Indah, Obama itu masih muda lo. Dia jadi harapan orang Amrik untuk perbaikan negaranya. Kita butuh pemimpin yang tegas, tanggap dan mengayomi. Bukan pemimpin cengeng yang suka nangis kalau nonton film Ayat-Ayat Cinta (sory lo Pak Lik Ngawal)

  11. hua-hua… kok nyangkut-nyangku saya :mrgreen: saya sendiri gak nonton AAC sampe tuntas…. cuma lewat beberapa cuplikan sajaa… BTW saya setuju kalian panjenengan :)


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: