Oleh: husnun | Desember 17, 2007

Stop Tawuran, Aremania

PENASEHAT Arema, Pak Darjoto Setiawan sempat uring-uringan saat sebuah stasiun TV menayangkan tawuran antar-suporter dalam pertandingan Arema di Stadion Kanujuruhan beberapa waktu lalu. Kamera TV sempat merekam adegan baku hantam antar-suporter Arema di tribun Timur. Dalam adegan di TV itu terlihat jelas bagaimana para supporter – yang sama-sama mengenakan seragam warna biru dengan atribut Arema itu – saling pukul, saling tending, saling kejar.

Saya yang menyaksikan pertandingan itu di Kanjuruhan memang melihat kejadian itu, tapi karena jaraknya jauh, maka adegan itu tidak terlihat jelas. Tapi saat menyaksikan adegan itu di TV, terlihat jelas bagaimana aksi baku hantam itu terjadi. Sadis. ‘’Saya kecewa menyaksikannya. Peristiwa itu disiarkan stasiun TV ke seluruh Indonesia,’’ kata Darjoto dalam SMS-nya.

Bukan Darjoto saja yang kecewa, tapi siapa saja yang masih memiliki nurani kemanusiaan pasti tidak suka dengan aksi kekerasan itu, apapun alasannya.Berbagai imbauan disampaikan agar aksi itu tidak terulang lagi, tapi kenyataannya, masih terus terjadi. Ketika ditelisik, aksi perkelahian itu dipicu oleh ulah tukang copet yang ketangkap basah saat beraksi. Tak jarang adu jotos itu dipicu hal-hal sepele, saling ejek yang dimulai saling pandang.

Sabtu lalu, saat Arema menjamu Persiba Balikpapan, baku hantam itu terulang lagi di tribun Selatan. Dari kejauhan saya melihat perkelahian massal itu. Tak ada yang berusaha melerai, bahkan beberapa penonton di sekitarnya ikut masuk dalam kalangan. Tawuran massal pun tak terelakkan. Ironisnya, aparat keamanan pun tak berusaha untuk menghentikannya. Mereka hanya memandang dari bawah. Entah apa yang ada dalam benak mereka. Setelah berlangsung cukup lama, tawuran pun berhenti. Bukan karena ada yang melerai, tapi rupanya mereka sudah capek jual beli pukulan.

Padahal, itu di lapangan berlangsung pertandingan yang sangat menarik. Tiga gol yang dicetak Arema ke gawang Persiba, semuanya gol cantik. Bahkan gol ketiga yang dicetak Emile Bertrand Mbamba bisa dikatagorikan sebagai gol kelas dunia. Ini merupakan ‘’gol dunia’’ yang dicetak oleh pemain Arema. Sebelumnya Emaleu Serge juga mencetak gol yang spektakuler.

Sayang, pertandingan yang indah itu dinodai oleh ulah penonton yang tidak berperi kemanusiaan. Memang, perkelahian itu melibatkan segelintir orang, tapi dampaknya sangat luas. TV memang menyiarkan pertandingan, tapi adegan perkelahian itu pasti dishoot oleh puluhan kameraman. Bagi yang tidak menayangkan pertandingan itu secara penuh, maka perkelahian itu akan mendapat porsi yang lebih besar. Image pun terbentuk, pertandingan di Malang sering diwarnai perkelahian antar-suporter tim tuan rumah sendiri.

Kebetulan, pertandingan itu juga disaksikan suporter tamu dari Balikpapan. Kita tidak tahu, bagaimana kesan mereka menyaksikan ‘’pertandingan selingan’’ yang memalukan itu. Para suporter yang datang ke Malang ini selalu mendapat perlakuan yang baik. Bahkan mereka bisa menginap di rumah para Aremania dengan sambutan yang hangat, layaknya keluarga sendiri. Dalam benak mereka, Aremania masih merupakan suporter terbaik di negeri ini. Bukan hanya pengakuan formal melalui berbagai penghargaan, tapi pengakuan dari masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Sudah berapa banyak kelompok suporter yang belajar kepada Aremania.

Aremania dikenal sebagai suporter yang kreatif dan atraktif, cinta damai. Maka teman-teman di Solo, Semarang, Jakarta dan kota-kota lain selalu memberikan sambutan positif saat Aremania datang. Aremania selalu menjalin tali persahabatan dengan supporter yang lain. Sesama kelompok suporter sudah terjalin perdamaian dan persahabatan yang baik. Memang, seharusnya begitu, para suporter harus menebarkan virus persahabatan dan cinta damai. Tapi kenapa, sesama Aremania saling baku pukul ? Pis, Sam.

]


Responses

  1. duh, arema musti cinta damai dunk!!
    mesti stay di Malang, aq bkn penggemar bola, tp klo temen2 di kantor nonton pertandingan (not most of them, but all of them!!! di empAt tipi yg ada, mau ga mau aq ikut merasakan euforia dan semangat mereka, even just screaming, tnp tau apa yg diteriakin, huehehe😉 )

  2. mmm saya ikut prihatin dgn kejadian itu, saya adalah pengagum arema dan aremania di jakarta.
    kota faforit : Malang
    Club faforit : Arema
    Supporter : Aremania
    salam kenal

  3. mosok sih???

  4. aremania cinta damai…..

    luph u arema

    SALAM SATU JIWA AREMA

    aremania kudus

  5. ancen aremania goblok gak berpendidikan


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: