Oleh: husnun | Desember 28, 2007

amazing sadaqah

Amazing Sadaqah

 

Pekan lalu, kami sekeluarga pergi ke Salatiga, mengantar anak-anak ke rumah embahnya, sekalian terapi untuk istri saya dan anak kedua saya di Pak Mulyadi, Tingkir Salatiga. Seperti biasa, perjalanan menyenangkan. Berangkat pagi sekitar pukul 8.00 WIB dari Malang. Perjalanan santai saja, yang penting sore sudah sampai di Salatiga. Kami benar-benar menikmati perjalanan yang menyenangkan ini. Sejak berangkat sampai kembali ke rumah, semuanya lancar. Suasana ceria mewarnai sepanjang perjalanan. Ini menjadi hiburan tersendiri bagi saya. Capek dan ngantuk pun hilang.

Perjalanan ini tentu saya menguras kocek, apalagi pada akhir bulan. Pengeluaran pun diatur sedemikian rupa agar sangu yang pas-pasan itu bisa cukup. Acara jajan pun dipangkas. Menjelang pulang, istri saya memberi sedikit uang kepada ibunya. Sesampai di rumah dia baru ceritakan hal ini sambil mengatakan, uang belanja bulan ini habis. Bukannya dia sambat, dia hanya ‘’laporan’’ pada saya dengan harapan masih ada uang sisa untuk budget sampai gajian.

Tak lama setelah itu, telepon di rumah berdering, dari Badan Penyelenggara Sertifikasi Guru (BPSG) UM. Kebetulan istri saya adalah tim asessor sertifikasi guru untuk wilayah Jawa Timur Bagian Selatan. Dia diminta datang ke kampus hari Kamis untuk menyeleksi portofolio susulan yang harus diselesaikan hari itu. Setelah menerima telepon itu, wajah istri saya berbinar. Saya tahu maksudnya. Pasti setelah kerja seharian itu dia akan mendapat honor. Dan benar, ketika saya menjemput ke kampus pada pukul 19.00 WIB, sambil senyum-senyum dia menunjukkan amplop. Berapa jumlahnya ? Banyak. Lima kali lipat dari yang ‘’disadaqahkan’’ kepada ibunya. Untuk urusan sadaqah ini, kami benar-benar percaya pada janji Allah yang akan membayarnya dengan kontan.

Dalam waktu hampir bersamaan, saya juga mendapat rezeki dadakan. Saya ditelepon orang keuangan, komisi iklan saya sudah cair dan langsung diklik ke rekening saya. Alhamdulillah. Saya agak segan menyebut apa yang sudah saya lakukan sehingga Tuhan begitu pemurah pada saya. Saya juga takut riya. Yang jelas, saya dan istri saya tetap bersadaqah, saat tanggal muda, tanggal tua atau saat uang di dompet sudah menipis. Apapun yang kita keluarkan dengan ikhlas, Tuhan pasti akan membalas dengan kontan dan jumlahnya ditambah berlipat-lipat. Gak percaya ? Coba saja


Responses

  1. jadi ingat cerita temen saya pak asmualik ketua JPMI malang raya. ketika menjelang idul fitri kemarin ada bakul pisang langganannya pengin beli busana muslim di rumahnya temen saya di jalan ciliwung itu.. nah.. uang sang bakul pisang cuma bisa cukup untuk beli baju… maka temen saya bilang.. “udah berapa harga semua pisang itu.. trus ditukar baju yang sampean suka… setelah sang bakul setuju dan milih baju yang dia suka.. dia langsung bilang “sampean suka kopiah, dan sarung khan?” tentu saja sang bakul bilang iya – ya itu bonusnya. kata temen saya.

    beberapa saat setelah sang bakul pulang … temen saya dapet order sarung untuk karyawan kantor pajak malang …

    wah balasannya seketika dan lebih besar..

    sungguh benar ALlah maha kaya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: