Oleh: husnun | Januari 2, 2008

arema setelah lolos delapan besar

 

Patahkan Mitos Gagal di 8 Besar

Arema bertekad bisa lolos ke delapan besar Ligina XIII.  Itulah penegasan awak Singo Edan usai membuktikan diri mampu mengantarkan timnya meraih satu tiket dengan bertahan di empat besar klasemen akhir wilayah Timur. Setelah Arema lolos ke babak Delapan Besar, muncul keraguan, apakah Arema mampu berprestasi lebih jauh. Pasalnya, Arema punya tradisi kurang baik, selalu gagal di babak Delapan Besar.

Alexander Pulalo dkk menjawab keraguan Aremania yang menilai Arema hanya mampu promosi ke Super Liga di era kepelatihan Miroslav ‘Miro’ Janu. Bahkan, lolos Super Liga itupun harus diraih dengan susah payah untuk bisa finish di peringkat sembilan. Apalagi di awal putaran pertama lalu, Arema memang sempat terperosok ke papan bawah dan jurang degradasi.

‘’Arema lolos ke delapan besar hasil kerja keras pemain. Termasuk dukungan penuh yang ada di tim Arema, pelatih dan pengurus. Kami mohon, Aremania juga tetap dukung perjuangan kami. Sebab perjuangan tim akan lebih berat,’’ ujar Alexander Pulalo, kapten Arema kepada Malang Post.

Jalan terjal, siap menghadang Arema di babak delapan besar. Singo Edan akan bertemu Sriwijaya FC Palembang (juara wilayah barat), Persiwa Wamena (runner up wialayah timur) dan PSMS Medan (peringkat III wilayah timur).

Dijadwalkan, empat tim ini akan mulai bertanding di Stadion Brawijaya Kediri, mulai 16 Januari nanti. Dari empat tim, dua tim terbaik akan melaju ke babak semi final.

 Disisi lain, tim berlogo kepala singa ini juga sukses melanjutkan tradisinya lolos ke babak Delapan Besar secara beruntun mulai musim 2005 lalu. Arema mencatat lolos ke babak yang sama pada musim 1999/2000 hingga 2002. Yakni sebelum tim terdegradasi ke Divisi I musim 2003 dan menjadi juara Divisi I musim 2004 silam.

‘’Moga-moga Arema bisa ambil juara musim ini, setelah sukses meneruskan tradisi lolos ke babak delapan besar. Kami berjanji akan berusaha maksimal hadapi pesaing Arema untuk masuk final dan juara Ligina musim ini,’’ tambah Pulalo. (poy/avi)

 

Prestasi:
Liga Indonesia 1994/1995 : Peringkat 6 Divisi Utama Wilayah Timur
Liga Indonesia 1995/1996 : Peringkat 12 Divisi Utama Wilayah Timur
Liga Indonesia 1996/1997 : Peringkat 3 Divisi Utama Wilayah Barat
Liga Indonesia 1997/1998 : Peringkat 6 Divisi Utama Wilayah Barat (Liga  dihentikan)
Liga Indonesia 1998/1999 : Peringkat 3 Divisi Utama Wilayah Tengah
Liga Indonesia 1999/2000 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 2 Grup Timur)
Liga Indonesia 2001 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 3 Grup Timur)
Liga Indonesia 2002 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 2 Grup Barat)
Liga Indonesia 2003 : Peringkat 17 Divisi Utama (Degradasi)
Liga Indonesia 2004 : Juara Divisi I (Promosi)
Liga Indonesia 2005 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 2 Grup Barat)

Liga Indonesia 2006 : 8 Besar Divisi Utama (Peringkat 1 Grup Barat)

Liga Indonesia 2007 : 8 besar Divisi Utama (Peringkat 4 Grup Timur)

 

Prestasi Lainnya:
– Juara Galatama 1992/1993
– Runner Up Piala Liga 1992
– Juara Copa Indonesia 2005, 2006

 


Responses

  1. mas hasnun,tampaknya anda sangat gemar olahraga pada umumnya khususnya sepakbola dan artikel tentang fenomena sosial ya…saya sendiri sewaktu sekolah di smp dan sma termasuk maniak main sepak bola…pernah jadi kapiten persija remaja…itu sekitar 45 tahun lalu di jakarta…..btw blog anda bagus…salam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: