Oleh: husnun | Januari 4, 2008

Pertandingan Perdana Delapan Besar tanpa Ponaryo – Sutaji

Arema Malang tidak bisa tampil  full team saat mengawali babak Delapan Besar di Kediri, Rabu (16/1) mendatang. Dua pemain harus absen dalam laga krusial itu karena kartu merah dan akumulasi.  Gelandang Sutaji dan Ponaryo Astaman akan absen. Sutaji terkena kartu merah sedangkan Ponaryo terkena akumulasi kartu kuning. Kedua pemain ini sangat diandalkan Arema untuk mengisi ruang di lini tengah. Di akhir kompetisi ini, Arema mencoret  tiga pemain,  kiper Hengky Oba, Andriansyah dan Tarikh El Janaby. Sehingga saat babak Delapan Besar nanti Arema hanya membawa 18 pemain.

 Di babak Delapan Besar nanti Arema berada satu grup dengan Persiwa Wamena, dan Sriwijaya FC. Melihat kekuatan calon lawannya, Arema punya peluang untuk lolos ke semi final. Saat kompetisi regular, tiga tim itu pernah dikalahkan Arema. Begitu juga sebaliknya. Tapi atmosphere Delapan Besar tentu beda dengan kompetisi regular. Arema berambisi tidak mau mengulangi kegagalan seperti pada tahun sebelumnya. Muncul semangat pemain agar tidak gagal lagi, karena gelar juara Ligina merupakan harapan juara yang tersisa. Target lain, mempertahankan juara Copa sudah melayang, begitu juga dengan target lolos ke putaran kedua LCA.

 Untuk pemain asing, Arema hanya bisa mengandalkan empat pemain. Duet striker Emile Bertrand Mbamba (Kamerun)-Patricio ‘Pato’ Morales (Chile), serta dua defender Fernando Martin Stagnari (Argentina)-Bruno Casimir (Kamerun).

Jumlah empat pemain asing itupun bisa berkurang jika Mbamba, harus memperkuat timnas Kamerun di Piala Afrika. Kalau ini terjadi, Arema akan menemui banyak kesulitan di babak Delapan Besar. Seperti diketahui, Arema selalu gagal di babak Delapan Besar. Apakah tahun ini Arema gagal lagi menggapai juara Liga Indonesia

 Miroslav Janu, arsitek Arema, sama sekali tidak risau dengan kondisi ini. Sebab, Miro sudah ‘terbiasa’ dengan kondisi tersebut.  Di ajang Ligina, Copa Indonesia dan AFC Champions League, Arema kerap dihadapkan pada kondisi seperti itu. Tapi ternyata masalah itu bisa diatasi dengan menurunkan pemain pelapis. Dalam beberapa pertandingan, pemain pelapis itu justru lebih baik ketimbang pemain inti. Saat ini Arema memiliki pemain dengan kualitas merata. Kalau ada satu pemain absen, penggantinya bisa langsung tune in.

 Dengan stok 18 pemain,  pada laga perdana babak Delapan Besar nanti, seluruh pemain Arema akan masuk line up. Yakni 11 starter line up dan sisanya pemain cadangan.

Tetapi kondisi ini,  tetap akan menjadi momok bagi Arema, karena saat ini mayoritas pemain Arema sudah mengantongi kartu kuning. Kalau ada yang menerima kartu kuning, mereka akan terkena hukuman tidak bisa main sekali.  

 

Iklan

Responses

  1. Cak Nun, ayas admin OngisNade.Net, http://www.ongisnade.net blog aremania, nuwus untuk bbrpa ulasannya, sekaligus ayas minta ijin untuk meng-copy-paste bbrpa tulisan Cak Nun untuk ditampilkan di http://www.ongisnade.net sbg info untuk nawak-nawak Aremania yg lain…

    nuwus…

    Salam Satu Jiwa!!!

  2. Nuwus sam, Sam. He..he.. wah blogku nunut beken ongisnade.net yo. kadit opo-opo, pokoke asal untuk arema. Oyi, salam satu jiwa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: