Oleh: husnun | Januari 23, 2008

sriwijaya fc lebih baik

 

 Kekalahan Arema 0 – 2 dari Sriwijaya FC dalam lanjutan babak Delapan Besar di Stadion Gelora Delta semalam tak lepas dari kesalahan strategi. Menghadapi lawan yang memiliki daya serang yang tinggi, Arema justru kehilangan akal untuk mengimbangi. Dengan kekalahan ini langkah Arema untuk lolos ke semi final semakin berat. Dalam pertandingan berikutnya, Sabtu, Arema harus menang lawan PSMS yang sebelumnya mengalahkan Persiwa 2 – 1. Itupun masih tergantung pertandingan Persiwa lawan Sriwijaya. Pertandingan terakhir Sabtu nanti benar-benar sengit, karena empat tim masih punya peluang. Di atas kertas, PSMS dan Sriwijaya lebih mudah, karena cukup dengan seri sudah lolos. Tapi kalau kalah, bisa-bisa tersisih.

Keunggulan Sriwijaya tak lepas dari peranan empat pemain asing di depan yang oleh pelatih Rachmad Darmawan dijuluki sebagai penyerang Diamond. Empat pemain itu ada Zah Rahan, Obiora, Leng Lolo dan Keith Kayamba. Empat pemain itu benar-benar menghadirkan mimpi buruk bagi Arema.

 Secara bergantian empat pemain hitam ini mengobrak-abrik pertahanan Arema. Bahkan Leng Lolo mencetak gol pertama pada menit 48 memanfaatkan bola muntah dari tangkapan kiper Hendro Kartiko yang berasal dari tendangan Kayamba. Gol kedua menit 62 lebih menyakitkan, karena dicetak oleh mantan pemain Arema, Kharis Yulianto melalui heading memanfaatkan tendangan bebas Kayamba. Kharis yang pada awal pertandingan diejek oleh Aremania, tampil sebagai palang pintu tangguh bagi timnya.

 Bahkan gol yang dicetak dari sudut sempit itu sebagai pembuktian Kharis sebagai pemain profesional. Para penonton yang sebelumnya mengejek Kharis, hanya bisa terdiam saat tandukan pemain itu tak mampu dicegah kiper Arema, Hendro Kartiko. Keunggulan Sriwijaya tak bisa dilepaskan dari peran empat pemain asing itu. Selain punya akselerasi yang bagus, dengan berganti-ganti tempat satu sama lain, mereka juga punya naluri mencetak gol yang tinggi. Bahkan keempat pemain itu memiliki tendangan keras dan akurat dari luar kotak penalti.

 Para pemain asing ini semakin meraja lela, karena tidak mampu diimbangi oleh gelandang Arema. Dengan memanfaatkan lebar lapangan, para pemain sayapnya sering menyulitkan Bruno dan Fernando di jantung pertahanan. Sebenarnya gelandang Arema bisa bermain lebih baik, saat masih ada Arif Suyono, tapi setelah pemain ceking itu ditarik keluar karena cedera, praktis Arema kehilangan kendali di lapangan tengah. Ponaryo Astaman yang diharapkan mampu menjadi jenderal lapangan tengah, tampak kurang tenang dan lebih banyak bertahan.

 Sementara Sutaji petang itu tampil kurang maksimal karena tidak sehat. Saat Arif Suyono ditarik keluar lapangan, mimpi buruk Arema mulai datang. Apalagi, pelatih Arema melakukan blunder dengan memasukkan Jainal Ichwan. Padahal seharusnya, dibutuhkan pemain sayang yang bisa naik turun dalam bertahan dan menyerang. Jainal lebih banyak kehilangan bola sehingga memudahkan pemain belakang Sriwijaya untuk mematahkannya.

 Manajer Arema, Starija Budi Wibawa mengakui, Sriwijaya tampil lebih baik. Ketika ditanya lini tengah Arema kalah dibanding lawannya, pria yang akrab disapa SBW itu mengatakan, timnya tidak menggunakan strategi menyerang dari tengah. Justru Arema berharap serangan dari kedua sayapnya. ‘’Setelah Arif keluar, ritme permainan menjadi turun, apalagi penggantinya tidak bisa bermain seperti Arif,’’ tegasnya. Dia mengakui, keputusan memasukkan Jainal Ichwan adalah blunder sehingga kendali permainan diambil alih Sriwijaya. Pada awalnya, Arema mendominasi permainan dengan menekan pertahanan Sriwijaya.

 Ada dua peluang Arema untuk mencetak gol, terutama saat Ellie Aiboy sudah berhadapan dengan gawang yang kosong tapi tendangannya melambung. Peluang-peluang yang gagal menjadi gol itu membuat pemain Arema kurang tenang, bahkan agak emosional. Sriwijaya punya peluang mencetak gol melalui tendangan dari luar kotak penalti. Kayamba, Zah Rahan dan Obiora beberapa kali mengancam gawang Hendro melalui tendangan jarak jauh. Untung Hendro mampu mengantisipasinya. Babak kedua, permainan Arema semakin menurun. Sriwijaya tak menyia-nyiakan. Mereka tidak memberi kesempatan pemain Arema mengembangkan permainan, apalagi lini tengah betul-betul mereka kuasai.


Responses

  1. Ok Mas Husnun, Semoga Arema bisa menang besar lawan PSMS Sabtu besuk, agar bisa ke semi final.
    Salam Untuk Teman-teman di MP
    M Zen (Bunul Asri)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: