Oleh: husnun | Januari 26, 2008

Ya, gagal lagi ke semi final

 

Arema kembali gagal masuk babak semi final Ligina tahun ini. Meskipun menang atas PSMS Medan 1 – 0, tapi gagal melaju ke semi final karena PSMS lebih unggul agregat gol. Mereka memasukkan empat dan kemasukan empat. Sementara Arema, hanya mampu mencetak tiga gol dan kemasukan empat gol.

Dengan demikian, dua wakil dari Grup A babak delapan besar Ligina XIIIadalah Sriwijaya FC Palembang dan PSMS Medan. Sriwijaya akan bertemuPersija Jakarta, yang menjadi runner up Grup B, sedangkan PSMS ditantang Persipura, juara Grup B.

Bagi Arema, kegagalan kemarin melengkapi daftar panjang ‘tradisi’ tak pernah lolos ke semi final. Mulai Ligina VI hingga sekarang, Arema selalu menjadi spesialis babak delapan besar.
Kejadian sore kemarin, sama seperti saat Arema gagal di Ligina VIII. Ketika itu bertanding di Gresik. Di pertandingan terakhir, Arema bertemu Persipura dan menang. Tapi ketika itu, justru Petrokimia Putra yang lolos ke semi final, sekalipun di waktu bersamaan, kalah dari Persita Tangerang.

”Kami benar-benar meminta maaf kepada Aremania khususnya dan warga Malang Raya pada umumnya. Kami sudah gagal memenuhi target musim ini. Kami sudah berusaha semaksimal mungkin,” ujar Satrija Budi Wibawa, Manajer Arema, kepada Malang Post, usai pertandingan.

Tampil dengan beban minimal harus menang 2-0, membuat pemain terlihat tidak mampu bermain lepas. Belum lagi, ditambah kondisi lapangan yang becek dan berat, menjadikan permainan cepat yang bisa diperagakan Arema, tidak terlihat.
 Singo Edan harus bermain tanpa beberapa pemain pilar. Kapten tim, Alexander Pulalo absen karena sanksi komisi disiplin, Fernando Martin Stagnari, tidak bisa tampil gara-gara akulumasi kartu kuning dan ArifSuyono, duduk di bangku cadangan karena cedera.

Kondisi itu masih ditambah dengan Patricio ‘Pato’ Morales, bomber Arema, tidak bisa diturunkan sejak awal karena sakit mata. Bahkan, seperti dipaksakan tampil dalam kondisi pandangannya kabur.
 Tapi asa Arema mulai mengapung ketika Bruno Casimir, berhasil mencetak gol lewat heading yang tak mampu ditahan Harcus Harison, kiper PSMS. Gol menit 30 itu, juga menjadikan permainan Arema mulai meningkat. Sedangkan PSMS, tertinggal 0-1 tidak menjadikan mereka menaikkan tempo permainan untuk mengejar ketertinggalan. Mereka justru tetap bermainsantai dan hanya mengandalkan serangan balik.

Dalam pertandingan itu, para pemain Arema bermain lebih tenang dan mampu mengendalikan emosinya. Ini berbeda saat dikalahkan Sriwijaya 0 – 2, Rabu. Kala itu para pemain Arema sering tersulut emosinya sehingga mengganggu kosentrasi.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: