Oleh: husnun | Februari 18, 2008

Pemimpin Singa

JUMAT malam (14/2), aula Perpustakaan Kota Malang di Jalan  Ijen riuh rendah oleh kehadiran seratusan orang. Mereka ingin mangayu bagya  peluncuran buku Paradigma dan Implementasi Pelayanan Publik karya Peni Suparto,  wali kota Malang. 

Suasana menjadi gayeng, karena hadirnya dua tokoh yang sama- sama sedang  menyiapkan diri ikut dalam pemilihan daerah. Yang pertama, Dr Sukarwo – akrab  disapa Pakde Karwo – Sekdaprov Jatim yang sedang giat menyiapkan diri ikut  pemilihan gubernur. Kedua, penulis buku, yang juga wali kota  Malang yang juga sedang siap-siap ikut pemilihan  wali kota, Juli  mendatang.

Tak heran, kedua  tokoh ini menjadi magnet bagi masyarakat untuk menghadiri acara tersebut. Para tokoh yang akan mengikuti sebuah kontes pemilihan kepala daerah bak gula, banyak semut yang ingin merubungnya. Paling tidak, mereka ingin tahu, apa yang akan disampaikan oleh para calon pemimpin itu. Acara diskusi peluncuran buku pun berlansung meriah.

 Sebagai moderator, saya melihat isi buku tersebut tidak terlalu menarik, hanya masalah-masalah normative dalam pelayanan publik. Bagaimana pemerintah berusaha memberikan  layanan terbaik – seperti yang dijanjikan – kepada masyarakat. Jawa Timur  bahkan menjadi provinsi pertama yang memiliki Perda mengenai pelayanan publik.  Bahkan untuk mengawasi pelayanan publik itu dibentuk Komisi Pelayanan Publik  yang menerima pengaduan masyarakat yang merasa tidak puas dengan pelayanan yang  diberikan oleh pemerintah.

Tapi untuk bisa  menjalankan pelayanan publik dengan baik, figure seorang pemimpin memegang  peranan penting. Seperti yang disampaikan Pakde Karwo, dibutuhkan pemimpin  bermental singa agar bisa menjalankan programnya dengan baik. Singa adalah  simbol kekuatan dan keberanian. Singa tidak banyak bicara, tapi sekali mengaum  korban-korban berjatuhan. Meskipun memiliki kekuatan, singa tidak pernah pamer  kekuatannya. Kekuatan itu baru ditunjukkan kalau ada lawan atau mangsa yang  harus diterkam.  Untuk menghentikan sebuah kafilah singa tidak perlu mengaum.        Pemimpin dengan  karakter singa harus bisa menciptakan masyarakat yang dipimpin dengan karakter  yang sama. Kalau pemimpinnya singa, maka rakyatnya harus memiliki karakter yang  sama. Jangan sampai pemimpinnya singa tapi yang dipimpin kelinci atau kambing.  Akan terjadi dominasi penguasa kepada rakyatnya. Pemimpinnya terlalu kuat  sementara rakyatnya sangat lemah.

Ini berbeda kalau  pemimpinnya memiliki karaktar yang kuat sedangkan rakyatnya juga punya semangat  yang sama. Tidak sulit untuk memadukan kedua karakter itu. Pemimpinnya berwibawa sementara yang dipimpin menaruh hormat.

Kalau rakyat yang dipimpinya  lemah, maka pemimpin akan dengan mudah menjadikan sebagai rakyat yang terjajah. Kediktatoran pun muncul, karena tidak ada yang mampu sekedar untuk  mengingatkan. Mana ada kelinci berani bertegur sapa dengan singa.

Sebaliknya, jangan  sampai rakyat lebih kuat disbanding pemimpinnya, kelinci memimpin singa. Sungguh  sulit. Pemimpin yang lemah akan menjadi bulan-bulanan rakyatnya. Jadi bahan gunjingan, diolok-olok, dihina bahkan dilawan. Omongannya tidak didengar,  pendapatnya diabaikan, perintahnya diacuhkan. Pemimpin seperti ini hanya  tinggal menunggu waktu kejatuhannya.

Sudah banyak contoh,  bagaimana jatuh bangunnya para pemimpin di permukaan bumi ini. Pemimpin yang  lemah tidak mampu mempertahankan kekuasaannya. Banyak pemimpin yang kuat  kemudian menjelma menjadi dikator yang berkuasa dalam kurun waktu yang lama.  Dia ibarat singa yang memimpin domba yang tak berdaya. Tapi sehebat apapun  singa – singa afrika, singa gurun pasir atau singa Taman Safari – suatu saat  dia terpeleset juga. Sehebat-hebatnya Marcos, Suharto, Idi Amin dan pemimpin  sejenis, pasti jatuh juga. Itu artinya, ada kekuatan di atas rakyat ‘’kelinci’’ yang mampu menumbangkan Sang Singa. Di atas pemimpin dunia, masih ada pemimpin  di atasnya yang jauh lebih berkuasa.

 

 


Responses

  1. Pemimpin Singo iku pemimpin iso ngebuktikno omongane, ojo wayah e ate kampanye ngomong e lanyah nek wis kepilih klekep gak ono abane.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: