Oleh: husnun | Maret 21, 2008

apbd untuk sepakbola

Jangan Ragu, APBD untuk Sepakbola

JAKARTA – Pemerintah daerah tidak perlu ragu-ragu mengeluarkan anggaran untuk kegiatan sepakbola. Pemerintah sama sekali tidak pernah melarang penggunaan APBD untuk kegiatan sepakbola. Yang diminta oleh pemerintah adalah, pemanfaatan anggaran itu secara proporsional sesuai dengan cabang olah raga yang ada di daerahnya masing-masing. Hal itu diungkapkan Mendagri Mardiyanto di hadapan para pemimpin redaksi Jawa Pos Grup di Hotel Ciputra Jakarta.

Pernyataan Mendagri itu menjawab pertanyaan Malang Post seputar keraguan para kepala daerah untuk menggunakan anggaran dari APBD untuk kegiatan sepakbola. Bahkan saat ini banyak kepala daerah yang takut menggunakan anggaran dari APBD untuk membiayai sepak bola sehingga aktifitas klub di daerah tersebut terhenti. ‘’Pemerintah tidak pernah melarang penggunaan APBD untuk sepak bola. Kalau ada kepala daerah yang masih ragu masalah ini, silakan konsultasi dengan Depdagri. Prinsipnya, tidak ada larangan menggunakan APBD untuk kegiatan olahraga,’’ kata Mardiyanto.

Pihaknya memberi kesempatan kepada para kepala daerah yang masih ragu mengenai masalah ini. Dia menyadari kalau banyak kepala daerah yang masih ragu memutuskan menggunakan anggaran APBD untuk sepakbola atau tidak. Karena, kepala daerah tentu tidak ingin mendapat risiko dari penggunaan anggaran yang belum jelas. Belajar dari pengalaman sebelumnya, banyak kepala daerah dan DPRD yang dipidana karena menggunakan anggaran secara tidak benar.’’Ya, saya menyadari hal itu. Tapi kalau penggunaan itu sesuai ketentuan, kenapa takut,’’ tegasnya.

Hanya saja dia mengingatkan, anggaran yang masuk dalam APBD itu tidak semata-mata hanya untuk sepakbola, tapi untuk semua cabang olahraga. Untuk mengatur masalah ini, peran KONI di daerah sangat menentukan, karena organisasi itu yang tahu tentang kegiatan olahraga di daerahnya. Kalau selama ini anggaran itu hanya diberikan untuk sepak bola, maka sekarang diatur penggunaannya untuk semua cabang olahraga.

Kebijakn ini diambil untuk mengeliminir kekecewaan cabang olahraga lain yang selama ini kurang mendapat perhatian. Padahal, cabang ini jauh lebih berprestasi dibanding sepakbola. ‘’Bukan hanya untuk sepakbola, tapi cabang yang lain, terutama yang berprestasi. Terserah KONI, karena mereka yang tahu, mana yang berprestasi mana yang tidak,’’ ungkap mantan gubernur Jateng itu.

Anggaran APBD tidak bisa lagi langsung untuk pos sepakbola yang diberikan kepada klub yang ada di daerah itu – seperti yang terjadi selama ini – tapi melalui KONI. Pendistribusian bantuan itu akan diatur oleh KONI disesuaikan dengan kondisi daerah dan prestasi masing-masing cabang olahraga. Prestasi sepakbola di sebuah daerah memang belum baik, tapi cabang olahraga itu banyak diminati oleh masyarakat sehingga layak untuk mendapat bantuan. Sebaliknya, kalau ada atlet di daerah itu yang berprestasi di tingkat nasional bahkan di tingkat internasional, juga harus mendapat bantuan yang sesuai. ‘’KONI yang paling tahu. Prinsipnya, bantuan itu harus proporsional. Kalau prestasinya bagus, ya harus dibantu,’’ terangnya.

Ada tidak pintu yang bisa dipakai untuk penggunaan APBD bagi sepakbola. Yang pertama, melalui hibah. Yang kedua untuk bantuan kemasyarakatan dan yang ketiga bantuan keuangan. Semua anggaran yang dikeluarkan ini disesuaikan dengan kemampuan daerah. Mardiyanto menyontohkan, bagi DKI Jakarta, Rp 10 miliar itu kecil, tapi bagi daerah seperti Blora, jumlah itu sangat besar bisa dipakai untuk membiayai banyak kegiatan. (nun)

Iklan

Responses

  1. Boleh asal proporsional, sebenarnya yang di takuti adalah kehilangan massa karena bola. hehehehe gak lucu ya…..

  2. ga’ lucu ndanai pemain profesional dari APBD. Yang bisa didanai hanya yang amatir Sam!!! lebih baik untuk mendanai sektor pendidikan & kesehatan.

  3. […] aturan di atas masih saja bisa dicari celahnya oleh klub sepakbola di Indonesia. Padahal dana APBD ini layaknya sebuah racun yang akan mematikan klub sepakbola itu […]

  4. Benitez : kami Perlu Lebih Intens Ketika Menyerang dan Bertahan

    Berita terbaru dan terkini dari agen bolacity holiday – Bertandang ke Ennio Tardini, Senin (7/4/2014) dinihari WIB, Napoli tumbang 0-1 lewat gol tunggal Marco Parolo.
    Agen bolacity holiday Terpercaya – Tim tamu mengendalikan permainan dengan penguasaan bola mencapai 61%, tapi Parma bermain lebih efisien dengan satu tembakan on target yang berujung gol.
    Kekalahan ini makin menunjukkan penampilan inkonsisten Napoli. Dalam lima partai terakhir, mereka menelan dua kekalahan kendati sisanya menang.
    “Benar kami perlu lebih intens ketika menyerang dan bertahan. Kami punya sebuah tim berkualitas, punya kekuatan dan kelemahan yang mana perlu kami analisis dan pelajari untuk berkembang. Kurangnya konsistensi di sebuah laga adalah satu dari hal-hal tersebut,” kata Benitez.

    Sumber http://cityholidaybet.com/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: