Oleh: husnun | April 21, 2008

Partai Politik Tak Memihak Perempuan

APA yang terjadi bila di parlemen jumlah perempuannya lebih banyak dibanding sekarang ini. Pasti lebih seru, lebih ramai, lebih heboh, ngrumpi banget. Ah, itu kan sinisme yang dikembangkan kaum maskulin yang sampai sekarang tidak rela dengan banyaknya perempuan masuk ke parlemen. Meskipun sudah diatur dalam Undang-undang – yang terkesan agak lips service – tapi masih banyak partai yang belum legowo melepas perempuan berkiprah di parlemen.

Tak percaya ? Dengar saja penuturan Dewanty Rumpoko dan Yulia Afandi, dua perempuan yang mengaku pernah merasakan kerasnya dunia politik yang didominasi kaum pria itu. Testimoni itu disampaikan dua perempuan cantik itu dalam seminar Menjawab Tantangan dan Peluang Keterwakilan Perempuan yang digelar Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Malang, akhir pekan lalu. Sebelumnya, Staf Ahli Menteri Pemberdayaan Perempuan Dr Pinky Saptandari dan pengamat politik Mas’ud Said Phd tampil sebagai pembicara dengan saya sebagai moderatornya.

Betapa dunia politik sangat tidak ramah pada perempuan. Aturan-aturan dalam lembaga politik itu dibuat sedemikian rupa agar tidak bisa diikuti dengan intens oleh perempuan. Keduanya mempertanyakan, mengapa rapat-rapat partai itu harus dilaksanakan malam hari dan usai menjelang dini hari. Itu hanya sebagian contoh diantara sebagian besar aturan politik yang tidak ramah perempuan.

Sampai saat ini belum ditemukan jawaban yang jelas soal kebiasaan para pria melakukan pertemuan malam hari itu. Apakah waktu siang hari pada jam tidak cukup untuk melakukan pertemuan. Bukankah banyak waktu luang pada siang hari. Saat jam kerja itu hanya dimanfaatkan untuk kongkow-kongkow, ngobrol sambil mengobral asap rokok.

Pertanyaan kenapa rapat-rapat politik harus dilakukan pada malam hari bukan hanya lontaran dari elit perempuan, tapi juga semua kalangan masyarakat. Lihatlah apa yang terjadi pada rapat yang melibatkan kalangan politisi itu : Tidak ontime, molor sampai beberapa jam, tidak sistematis dan yang tidak pernah ketinggalan, ruangan penuh dengan asap rokok. Suatu kegiatan yang sama sekali jauh dari unsur kesehatan.

Banyak orang yang menggunakan rokok untuk menghilangkan stress. Setelah semalaman begadang, dijamin kondisi tubuh pada esok harinya tidak fit, mengantuk. Jangan heran kalau pada rapat atau pertemuan yang diadakan siang hari banyak peserta – kebanyakan pria – mengantuk. Masalah mengantuk itu sudah menjadi masalah nasional. Tak kurang Presiden SBY begitu geram dengan aksi para pria pengantuk itu.

Bayangkan, ada seorang presiden yang sangat dihormati bangsa ini sedang pidato, ditinggal tidur. Bisa dimaklumi kalau SBY yang jarang marah itu kelihatan sangat geram dengan perilaku para pejabat pengantuk itu. Asap rokok dan mengantuk itu adalah satu diantara sekian banyak dampak produk politik yang dihasilkan kaum pria. Korupsi, tidak disiplin, kerusakan lingkungan dan hal-hal negatif lain adalah dampak dari kebijakan yang sangat maskulin.

Apakah kalau diganti dengan kebijakan yang feminis semuanya akan berubah ? Inilah tantangan para perempuan yang menuntut keterwakilan mereka 30 persen di legislatif. Kalau mereka sudah masuk parlemen, apakah bisa merubah kebijakan maskulin yang tidak properempuan itu ? Inilah pertanyaan yang relevan saat memperingati Hari Kartini, hari ini.


Responses

  1. Artikel di Blog ini bagus dan berguna bagi para pembaca.Anda bisa lebih mempromosikan artikel anda di Infogue.com dan jadikan artikel anda topik yang terbaik bagi para pembaca di seluruh Indonesia.Telah tersedia plugin/widget.Kirim artikel dan vote yang terintegrasi dengan instalasi mudah dan singkat.Salam Blogger!!!

    http://www.infogue.com/
    http://www.infogue.com/masalah_politik/partai_politik_tak_memihak_perempuan/

  2. Kata teman saya, http://www.aminyl.wordpress.com, hari kartini, hari ibu, sering malah dirayakan/diperingati dengan kegiatan-kegiatan yang memperkokoh domestikasi perempuan

  3. eh maaf,alamatnya yang bener: http://www.aminyk.wordpress.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: