Oleh: husnun | Mei 13, 2008

Jenderal Korban Pilkada

PEKAN lalu, saya kedatangan tamu istimewa, seorang jenderal purnawirawan bernama Saurip Kadi. Dia datang ke Malang untuk road show peluncuran bukunya bertitel Mengutamakan Rakyat dan Menembus Batas. Jenderal asal Brebes itu datang bersama penulis bukunya, Liem Siok Lan dan teman saya Bambang Sugeng, teman seangkatan Saurip di Akabri. Di Malang, Saurip mendatangi dua acara peluncuran buku di Kampus UMM dan di Studio RRI Malang.
Sama seperti jenderal pensiunan yang lain, Saurip banyak bercerita tentang kejelekan pemerintah masa lalu dan kebobrokan pemerintah masa kini. Dia, dan juga para jenderal pensiunan itu, mengaku sangat prihatin dengan kondisi carut marut negeri ini. Harga melambung tinggi, rakyat miskin semakin banyak, padahal negeri ini kaya sumber alam. Saat ini bangsa kita bak ayam yang mati di lumbung padi.
Menurut Saurip, harus ada pemimpin yang punya kepemimpinan kuat yang mampu membawa negeri ini dari berbagai kesulitan. Pemerintah yang dipimpin SBY dan Jusuf Kalla, dianggap gagal membawa perbaikan bangsa. Setelah ngobrol ngalor ngidul, saya mencium gelagat yang semakin kental. Maka pertanyaan pun terlontar. ‘’Apakah bapak ingin jadi presiden,’’ tanya saya. ‘’Kalau memang rakyat menghendaki, saya siap,’’ tegasnya.
Saurip adalah satu diantara sekian banyak jenderal yang mengimpikan perbaikan negeri ini melalui kekuasaan. Ada Wiranto, ada Prabowo dan jenderal lain yang kini sudah mulai ancang-ancang ikut Pilpres. Jujur saja, naiknya SBY ke tampuk kekuasaan tertinggi Indonesia mendorong jenderal yang lain untuk ikut tampil mengadu nasib. Siapa tahu nasib baik menghampiri mereka. Kalau SBY- yang karir militernya biasa-biasa saja – bisa jadi presiden, mengapa mereka yang dulu punya karir cemerlang di militer tidak bisa jadi Presiden RI.
Syahwat politik para jenderal itu ternyata masih besar. Saat masih aktif mereka tidak bisa keluar dari kungkungan disiplin militer dan kekuasaan. Setelah menanggalkan seragam militernya, mereka punya kesempatan mencari kekuasaan di ranah lain. Pada masa Suharto, para purnawirawan itu mendapat jatah kekuasaan. Ada yang di pemerintahan ada juga yang di dunia usaha dan BUMN. Sekarang sama. Bedanya, sekarang para pensiunan itu harus mencari sendiri kekuasaannya.
Arena perebutan kekuasaan jenderal purnawirawan adalah ajang bebas, siapa saja boleh masuk bertarung. Maka tidak heran bila para jenderal itu saling bertarung berebut kekuasaan. Dalam Pilkada Jawa Barat, ada dua jenderal bertarung memperebutkan kursi gubernur Jawa Barat. Di Sumatera Utara juga ada jenderal yang ikut running Pilgubsu. Tragisnya, para jenderal itu tak mampu menghindarkan dirinya sebagai pecundang.
Di Pilgub Jatim yang akan dihelat 23 Juli mendatang, ada dua jenderal purnawirawan yang akan head to head berebut kursi Jatim 1. Itu masih lumayan, sebelumnya sudah ada dua jenderal yang gugur di putaran awal. Jangankan menang Pilgub, ikut Pilgub saja tidak bisa. Sedangkan di Jawa Tengah, ada dua jenderal kondang yang saling bersaing menjadi guberbur.
Keikutsertaan para jenderal dalam kontes perebutan kursi kepala daerah itu tak lepas dari strategi politik kedaluwarsa yang dianut beberapa partai politik. Masih banyak yang beranggapan, daerah tertentu masih membutuhkan figur militer untuk memimpinnya. Pada masa Orde Baru, jabatan gubernur masih harus dipegang oleh militer. Paradigma lama itu justru sekarang masih dianut oleh elit politik yang mengaku anti Orde Baru dan Suharto. Padahal itu strategi yang out of date. Lihatlah para jenderal yang dikalahkan anak-anak muda dalam Pilkada di Jawa Barat dan Sumatera Utara.
Tak ayal bila KSAD Jenderal Agustadi Sasongko begitu masygul melihat para seniornya bertumbangan dalam pertarungan Pilkada. Dia mengingatkan kepada para mantan jenderal itu membuat perhitungan yang matang sebelum terjun dalam Pilkada. Jangan sampai para jenderal itu maju untuk jadi pecundang, apalagi mereka bertarung dengan rekan sesame korps. Kalau jenderal gugur dalam medan laga membela kedaulatan negara, namanya harum dikenang sebagai kusuma bangsa. Kalau jenderal kalah dalam Pilkada ? (caknunmp@yahoo.com)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: