Oleh: husnun | Juli 5, 2008

bahasa walikan khas malang

Ngenteni Wali Kota

Kana    : Masiyo kanae diterimo SBI, akeh gnaro kewut ngungib

Ebes     : Kenek opo kok ngungib jes, kudune lak malah seneng

Kana    : Soale durung itreng orip ngrayab sumbangane, mergo durung onok aturane

Ebes     : Aturane sing gawe wali kota, la sak iki wali kotane kadit onok, durung dipilih. Masiyo wis onok aturane wali kota, duduk jaminan lek sumbangane luwih murah. Sing jelas, kudu disiapno ojir sing akeh kanggo kanae sing ublem nang halokes SBI. Pokoke, lek kadit duwe ojir, ojok mikir osi halokes negeri sing kipa


Responses

  1. Saya sangat suka dengan kolom cak nun tentang ebes, tapi saya menjadi agak terganggu dengan istilah “bahasa walikan”, karena bahasa khas arek-arek Malang ini bukan merupakan bahasa prokem yang ciri-cirinya mempunyai aturan tertentu, misalnya harus dibalik. Padahal bahasanya arek-arek malang tidak selalu dibalik, karena kosa katanya banyak yang lahir atau tercipta dari komunal-komunal tertentu yang tersebar di Kota Malang. Misalnya awad yang artinya bohong lahir dari komunal daerah Sawahan (embong arab), lain lagi dengan pesi yang juga berarti bohong lahirnya dari komunal kayutangan. Jadi lebih tepat disebut sebagai bahasa sleng.

  2. ehem…oyi sob…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: