Oleh: husnun | Juli 13, 2008

Arema Benamkan Persita

Mbamba Perkasa

JALAK HARUPAT – Emile Bertrand Mbamba menjadi pahlawan Arema saat menggasak Persita Tangerang dalam pertandingan perdana Super Liga di Stadion Jalak Harupat Bandung. Pemain asal Kamerun itu mencetak dua gol kemenangan Arema atas Persita yang kini harus mengungsi ke Jalak Harupat karena Stadion Benteng tidak layak untuk menggelar pertandingan sekelas Super Liga.

Arema meraih poin sempurna melalui dua gol Mbamba yang dicetak menit 15 dan 52. Kedua gol itu dicetak oleh Mbamba memanfaatkan tendangan penjuru Alex Pulalo dan Arif Suyono. Gol itu tak lepas dari kejelian Mbamba mencari posisi aman melepaskan diri dari kawalan pemain belakang Persita. Gol pertama melalui tendangan kaki, sedangkan gol kedua lahir melalui tandukan kepalanya memanfaatkan umpan Arif Suyono.

Meskipun bermain di kandang lawan, Arema bermain kesetanan layaknya bermain di kandang sendiri. Apalagi seratusan Aremania terus memberikan dukungan kepada tim kesayangannya. Sepanjang pertandingan mereka bernyanyi dan menari layaknya bermain di kandang Arema Stadion Kanjuruhan. Dengan dipandu dirijen Yuli Sumpil, para Aremania dari Malang dan Aremania Batavia itu tak henti-henti menyanyikan lagu-lagu heroik khas Arema.

Kemenangan perdana Arema itu tak lepas dari strategi pelatih Bambang ‘’Banur’’ Nurdiyansyah yang menerapkan permainan cepat dank eras. Arema yang memiliki tradisi tak pernah kalah dari Persita, bermain kesetanan sejak kick off. Duet lini depan double E – Emile Bertrand Mbamba dan Emaleu Serge – benar-benar menadi mimpi buruk bagi kiper Persita Wawan Darmawan.

Dua penyerang ini bergantian menciptakan peluang di depan gawang Wawan. Duet maut asal Kamerun ini langsung padu di lapangan, apalagi keduanya sudah kenal baik sejak di Kamerun. Dengan dua striker yang tajam itu, Arema banyak melakukan serangan dengan memanfaatkan lebar lapangan. Dua wing back, Alexander Pulalo dan Eric Setiawan melakukan tekanan melalui aksi overlappingnya. Umpan tarik dari sayap ini banyak menciptakan ancaman bagi gawang Persita.

Lini depan Arema semakin tajam dengan dukungan dari lini tengah. Di lini vital ini, Arema menempatkan empat pemain, Soulaimane Troure, Palah Benson, Fandy Mokhtar dan Arif Suyono. Dengan kekuatan ini, Arema praktis mengendalikan permainan sejak menit-menit awal. Pola serangan dari sayap yang dikembangkan Arema membuat lini belakang tim yang diasuh pelatih Agus Suparman itu kelabakan. Arif Suyono berperan besar dengan umpan-umpan dari sayap kepada Mbamba dan Serge. Kehadiran Benson yang baru bergabung semakin mengokohkan lini tengah Arema. Benson dan Troure menjadi pendobrak pertahanan Persita.

Sebenarnya Arema punya peluang untuk menambah gol, ketika menit 54 Mbamba mencetak gol memanfaatkan umpan Zulkifli. Sayang sontekan Mbamba yang bersarang di gawang Persita itu dianulir wasit Yandri karena menganggap Mbamba offside. Pemain bernomor punggung 22 itu sepertinya tak punya rasa lelah untuk terus menggedor pertahanan Persita. Dia harus rela turun sampai ke lapangan tengah untuk mencari bola ketika para gelandang Arema mulai turun ke bawah untuk memperkuat pertahanan. Pada menit-menit Persita mengintensifkan serangan untuk mengejar ketertinggalannya. Sebenarnya Persita memiliki beberapa peluang untuk menyamakan gol, tapi tiadanya striker yang andal menyebabkan serangan Persita mudah dipatahkan. Belum lagi penampilan M Yasir di bawah mistar Arema yang cukup gemilang mementahkan serangan Persita. (poy/nun)



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: