Oleh: husnun | Juli 27, 2008

Arema Dipermalukan Pelita di Kandang

AIB DI KANDANG

KANJURUHAN – Sekitar 25 ribu Aremania yang memadati Stadion Kanjuruhan tertunduk malu saat wasit Jimmy Napitupulu meniup peluit panjang tanda pertandingan Arema lawan Pelita Jaya usai. Para pendukung setia Arema itu layak malu karena tim kesayangannya digasak dua gol tanpa balas oleh tamunya. Ini merupakan kekalahan terbesar di kandang Arema sejak Ligina IX ketika Arema dihantam Persija 1- 4 di kandang sendiri.

Adalah striker Christiano Lopes yang menghadirkan mimpi buruk bagi Arema melalui dua golnya menit 61 dan 87. ‘’Saya malu Mas. Sepertinya Arema tidak mampu mengimbangi lawannya, kalah segalanya,’’ kata seorang penonton di tribun VIP. Kekesalan itu tidak membuat Aremania kehilangan sportifitasnya. Mereka justru memberi aplus untuk Pelita. Saat pemain tamu meninggalkan ruang ganti menuju bus, mereka dielu-elukan Aremania.

Yang jadi incaran mereka adalah dua mantan pemain Arema, Firman Utina dan Erol FX Iba. Para Aremania berebut untuk menyalami dua pemain yang pernah mereka idolakan. Hal yang sama juga dialami Fandi Ahmad. Pria asal Singapura itu dengan ramah menyambut uluran tangan pendukung tuan rumah. ‘’Terima kasih ya, Arema tim yang hebat,’’ katanya sambil bergegas menuju bus.

Kekalahan Arema ini sangat tragis, karena terjadi di hadapan pendukungnya sendiri di Stadion Kanjuruhan. Ini merupakan pertandingan home pertama Arema saat melakoni kompetisi Indonesian Super League 2008. Ribuan pendukung Arema itu ingin menyaksikan kehebatan tim kesayangannya setelah berjaya dalam dua pertandingan away lawan Persita dan Persijap. Pada pertandingan away pertama, Arema menghajar tuan rumah Persita 2 – 0 dan pada pertandingan kedua menaklukkan tuan rumah Persijap 2 – 1.

Berbekal hasil hebat itulah maka Arema sempat membusungkan dada menjelang pertandingan lawan Pelita. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, Arema berniat merengkuh kemenangan perdana di kandang sendiri. Bahkan pelatih Bambang ‘’Banur’’ Nurdiansyah jauh-jauh hari sudah memproklamirkan keinginannya menang tiga kali berturut-turut. Banur layak optimis karena dia sudah tahu betul tentang pelita termasuk pelatihnya, Fandi Ahmad. Banur menganggap Fandi adalah anak asuhnya yang tentu kemampuannya sudah diketahui.

Optimisme yang berlebihan itu ditambah dengan dua kemenangan beruntun dalam pertandingan away, membuat para pemain Arema lengah. Bahkan ada kesan pemain Arema menganggap enteng lawannya. Tapi apa yang terjadi di lapangan ? Para pemain Arema kehilangan daya gedornya. Rupanya para pemain Arema mengalami antiklimaks usai meraih dua kemenangan beruntun. Lini depan mengalami kebuntuan sehingga sulit membuka ruang pertahanan lawan. Tak heran bila dua striker, Emaleu Serge dan Emile Bertrand Mbamba seperti bekerja sendiri-sendiri untuk mendapat bola.

Pada babak pertama Arema praktis menguasai jalannya pertandingan. Tekanan terus dilakukan ke jantung pertahanan Pelita. Serangan bergelombang itu mudah dipatahkan lini belakang Pelita, apalagi kiper Dian Agus tampil mengesankan dengan menggagalkan serangan Arema. Serge dan Mbamba tidak memiliki ruang gerak yang leluasa melepaskan tembakan karena kawalan ketat lini belakang Pelita.

Alur serangan Arema tidak berjalan lancar, karena para pemain gelandang kalah bersaing dengan lini tengah Pelita. Pelatih Fandi Ahmad beruntung memiliki play maker cerdik seperti Firman Utina. Pemain bernomor punggung 15 itu mampu menunjukkan permainan terbaiknya, sama seperti saat dia masih memperkuat Arema. Aksi individu maupun kemampuannya mengorganisir serangan sangat prima sehingga membuat lini tengah Arema kedodoran. Benson dan Suoulaiman Troure tak mampu menandingi mobilitas Utina.

Kendalan lini tengah itu benar-benar dimanfaatkan Pelita untuk menoba mencuri gol pada babak kedua. Mereka tampaknya sudah tahu titik lemah Arema. Selain lini tengah yang di bawah form, lini belakang juga menjadi titik lemah. Sektor bek kiri benar-benar diincar Pelita untuk terus ditekan. Gol pertama berawal dari aksi Utina yang menggiring bola dari tengan yang kemudian memberi assist kepada Lopes yang menyambut di sektor kiri Arema. Dari sudut sempit, Lopes melepaskan tembakan keras yang tak mampu dihadang kiper M Yasir.

Nasib Yasir juga dialami penggantinya Kurnia Meiga yang harus memungut bola dari gawangnya setelah Lopes mampu melepaskan diri dari jebakan offside. Sontekan Lopes tak mampu diantisipasi Meiga yang merubah kedudukan menjadi 0 – 2. Tak lama setelah itu, pertandingan pun usai, dan Arema mendapat aib di kandang sendiri.

Kalau Saja Ada Utina

KALAU saja Arema memiliki gelandang seperti Firman Utina, tentu tidak sampai kalah telak seperti tadi malam. Kekalahan itu tak lepas dari kekalahan Arema berebut lini yang sangat vital itu. Memang, Arema punya Benson, Troure, Arif Suyono dan Fandi Muhtar, tapi para gelandang itu tidak berjalan efektif. Benson dan Troure seperti berjalan sendiri-sendiri dan asik menggiring bola sendiri. Dua pemain itu yang diharap menjadi distributor untuk para striker, ternyata tidak bisa memainkan perannya dengan baik.

Maka tak heran bila Serge dan Mbamba harus kerja keras mencari bola sendiri. Hal itu menyebabkan pemain belakang Pelita mudah mematahkan serangan Arema. Sebaliknya, Utina benar-benar dominant di lini tengah. Teknik individu yang prima dan ditunjang kemampuan membaca pergerakan kawan dan lawan menyebabkan striker Pelita mendapat pasokan bola matang.

Kelemahan lini tengah itu yang dicermati Pembina PS Arema, Darjoto Setiawan yang menyaksikan pertandingan tersebut. ‘’Utina masih punya kemampuan bagus untuk menunjang serangan. Gerakannya yang cepat dan umpan yang akurat sering merepotkan Arema,’’ ujar Darjoto.

Tapi secara umum dia mengakui Arema kalah dibanding lawannya. Kalau dilihat lini per lini, tim tamu justru lebih unggul. ‘’Pada babak masih imbang, bahkan kita lebih banyak menyerang. Tapi peluang-peluang yang tercipta tidak ada yang menjadi gol. Arema memang kalah segalanya, terutama pada babak kedua,’’ akunya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: