Oleh: husnun | Agustus 7, 2008

Ditinggal Bambang, Arema Malah Menang

SOLO – Tanpa seorang Bambang ‘Banur’ Nurdiansah, Arema tetap Arema. Sang Singo Edan, tetapkan singo, sekalipun bermain di kandang ‘Putri Solo’. Meski tanpa Banur, masih ada seorang Joko ‘Gethuk’ Susilo yang bisa mengembalikan kegarangan sang Singo Edan. Bahkan secara teknis Gethuk lebih mumpuni dengan strategi permainan yang lebih baik. Menghadapi tuan rumah Persitara Jakarta Utara di Stadion Mahanan Solo, Arema unggul 2-0 (0-0). Dua gol dibuat Fandy Mochtar menit 57 dan Arif ‘Kecenk’ Suyono menit 68.

Tim berjuluk Laskar Si Pitung itu, juga dibuat tidak berdaya oleh anak-anak muda dari Malang. Bahkan, Gethuk membuat keputusan berani dengan menurunkan beberapa pemain yang selama ini justru dibangkucadangkan Banur. Seperti Hendra Ridwan, Richi Pravita Hari dan Dodik Wahyudi.

Kemenangan ini menjadi hiburan bagi Aremania setelah dalam dua kali pertandingan di kandang tim kesayangannya gagal memetik kemenangan. Bahkan lebih tragis, Arema dipaksa bertekuk lutut pada Pelita Jaya 0 – 2. Buntut kegagalan itu, Banur kemudian mundur dari kursi pelatih Arema.

Lebih menarik lagi, skema permainan yang diterapkan Gethuk terasa sekali aroma ‘Miroslav Janu’ – nya. Mendampingi Miro selama satu musim di Ligina XIII, ternyata mempengaruhi taktik dan strategi yang dipakai pelatih asal Cepu ini.

Hal itu terlihat dari formasi pemain yang diturunkan. Gethuk menerapkan pola 4-3-3. Kondisi itu juga dilakukan sebagai antisipasi absennya Emile Bertrand Mbamba.

Meski Arema sebenarnya masih memiliki I Komang Mariawan, tapi Gethuk lebih suka memakai satu striker dengan didukung dua swipper yang memiliki kecepatan dan dribling sangat bagus. Kecenk dan Fandy Mochtar. Karena keduanya mampu berperan sebagai penyerang lubang.

Skenario itu benar-benar ampuh. Dua gol, sama-sama dibuat oleh kedua pemain sayap itu. Gol itu juga dibuat karena pemain belakang Persitara terkecoh pola yang dipakai Gethuk. Yakni sengaja meminta Emaleu Serge yang menjadi penyerang tunggal, banyak mempermainkan bola, untuk menarik perhatian pemain belakang.

Kondisi itu semakin diperkuat dengan peranan dua gelandang serang, Souleymane Traore dan Pelo Benson yang memiliki mobilitas cukup tinggi.

Seperti gol pertama. Dalam sebuah serangan balik, barisan pertahanan Persitara yang digawangi Awono dan Banaken, dibuat tak berdaya.

Bagaimana tidak, ketika perhatian mereka pada pergerakan tanpa bola Serge, justru Souleymane memberikan umpan terobosan kepada Fandy yang memang berdiri bebas. Dengan mudah, pemain asal Ternate ini langsung berhadap-hadapan dengan Roni Tri. Lewat tendangan keras, Fandy mampu memperdayai kiper Persitara.

Demikian juga dengan gol kedua yang dibuat kapten tim, Arif Suyono. Lagi-lagi benteng Persitara terpancing pergerakan Serge. Dalam sebuah serangan balik, Pelo Benson dari daerah pertahanan Arema, memberikan long pass kepada Serge.

Kontan, striker asal Kamerun ini dipressing tiga pemain Persitara. Ketika ketiga pemain itu sudah menempel, Serge dengan umpan pedek memberikan kepada Souley yang berada di tengah. Dengan satu sentuhan, Kecenk yang sudah coming from behind, mendapat umpan terobosan Souley. Kontrol sebentar sambil berlari, shooting keras ke gawang dan tidak mampu diblok Roni Tri. 2-0 untuk Arema.

Meski begitu, bukan berarti pertahanan Arema tidak tertekan. Bahkan ketika pertandingan baru berjalan lima menit, Rahmat Rivai nyaris saja mencetak gol. Shooting kerasnya setelah berhasil lepas dari kawalan dan solo run, masih berhasil ditangkap M Yasir.

Kemudian di menit-menit akhir, tendangan keras Alfredo Figuoroa, luput dari tangkapan Yasir tapi membentur mistar gawang. Beruntung bola mental, masih berhasil ditangkap kembali.

Keberanian Gethuk menarik keluar Aaron Nguimbat yang bermain tidak maksimal menit 32, dengan memasukkan Dodik Wahyudi, juga terbukti ampuh. Mantan pemain Perseman ini, tampil taktis di bek sayap. Sementara duet libero, berubah menjadi Ahmad Jupriyanto dan Suroso. Benteng Arema itu, benar-benar patut mendapat acungan jempol.

Karena dari statistik terlihat, Persitara sering mendapatkan tendangan bebas dan corner kick. Tapi dengan kedisiplinan, Arema tetap mampu mempertahankan kemenangan. Tiga poin itu, sekaligus awal yang bagus untuk seorang pelatih caretaker, Joko ‘Gethuk’ Susilo. (poy herry/malang post)


Responses

  1. arema skrg cukup baguss pa lgi pelatihx skrg guskin mantap coy…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: