Oleh: husnun | Agustus 27, 2008

Hikmah Lutut Terkilir

Agustusan membawa nikmat, Agustusan membawa hikmah. Banyak manfaat yang kita peroleh saat Agustusan, salah satunya hubungan dengan tetangga dan orang-orang di sekitar kita semakin baik. Setidaknya, itu menurut saya. Yang ini juga menurut saya, hikmah Agustusan adalah peringatan bahwa saya sudah tua. Kalau untuk ukuran pegawai luar negeri (swasta) tahun depan saya sudah harus pensiun.

Tapi tidak tahu, kenapa semangat saya kembali seperti orang tiga puluhan ketika ada yang mengajak olahraga. Sebelum tujuh belasan, sudah menyabet dua gelar juara tenis, juara satu tunggal dan juara dua ganda. Juara dua diraih karena pasangan saya absen pada saat final. Ahad (24/8) lalu, saya ikut pertandingan bulu tangkis beregu antarmedia. Lantaran pemainnya terbatas, saya harus main rangkap, tunggal dan ganda.

Pertandingan pertama, lawan bisa dikalahkan. Tapi pada pertandingan kedua, malapetaka itu datang. Kaki saya terkilir saat mengembalikan bola lob dari lawan. Klek…begitu suara yang terdengar dari lutut dan saya pun ambruk kesakitan. Teman-teman harus membopong saya ke pinggir lapangan karena tidak mampu berdiri. Suasana gedung bulu tangkis Araya Family Club pun heboh. Ada yang memijat, ada yang mengolesi dengan balsam ada menarik kaki dan melepas sepatu.

Ketika suasana reda, saya termangu sambil merasakan sisa nyeri di lutut kiri. Untung saya masih bisa pulang sendiri. Sampai di rumah, istri saya bilang, ‘’La, sudah dikasih tahu kok masih ngeyel. Ayah itu kan sudah tua.’’ Saya hanya bisa senyum kecut. Ya benar, saya ternyata sudah tua.

Sepekan sebelumnya usai check up, saya ketemu dokter Mahendra, dia bilang, harus tetap olahraga tapi jangan yang berat-berat, jalan pagi atau bersepeda yang paling cocok. Itulah sebabnya istri saya bilang kalau saya ngeyel, karena dokter sudah melarang. Badminton boleh, tenis boleh, bal-balan atau futsal juga boleh, tapi porsinya harus sesuai dengan umur. Jangan merasa kayak anak muda terus. Kalau badminton atau tenis gak usah main single (Waduh, padahal ini yang paling asik).

Ada faktor lain yang membuat lutut saya bengkak. Sepatu yang saya pakai tidak sesuai untuk permainan badminton. Sepatu yang saya pakai adalah sepatu jogging jatah Porwanas tahun lalu di Samarinda. Para ahli menciptakan sepatu sesuai olahraganya. Kalau tidak cocok, pasti ada masalah…ya suara klek di lutut saya itu. Akibatnya, tiga hari harus bed rest di rumah.

Suntuk rasanya, kayaknya hari berjalan sangat lamban. Tidak bisa banyak bergerak, kalau lutut ditekuk sakitnya bukan main. Banyak kegiatan yang ikut absen, termasuk mengunjungi jamaah salat duha lewat SMS tiap pagi. Banyak hikmah yang saya peroleh dari lutut saya yang bermasalah ini. Seperti yang disaampaikan sahabat saya, Barid Effendi, kepala Bea Cukai Malang : Alhamdulillah, masih disayang Allah karena bisa merasakan nikmatnya sehat. Semoga cepat sembuh.


Responses

  1. Iya Pak Semoga cepet sembuh

    apalagi menjelang ramadhan

  2. waduhh.. moga2 cepat sembuh ya pak.. ^_^

  3. wah, itu artinya diberikan kesempatan buat istirah sejenak kali ya pak😀 mudah-mudahan cepat sehat dan bisa beraktivitas lagi dengan lancar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: