Oleh: husnun | September 16, 2008

IBSN : Datang Memberi Zakat

PERNAHKAH terbayangkan wajah seorang wanit renta – dan fakir – saat menerima derma Anda ; uang Rp 50 ribu, dua kilo beras, sekilo gula, minyak goreng dan beberapa bungkus mie instant ? Wajah sumringah penuh kegembiraan dan senyum tulus menghiasi wajahnya. Diantara keriput wajahnya itu menyembul rona bahagia, karena sebentar lagi dia bisa makan enak, sesuatu yang selama ini jadi hayalannya. Ucapan beribu terima kasih dan setumpuk doa dipanjatkan untuk kedermawanan Anda. Semuanya tulus, tanpa basa-basi.

Tak ada salahnya kita mendatangi orang yang akan kita beri. Meskipun sebenarnya sebagai pihak yang ‘’tangannya di atas’’ bisa saja minta kepada pemilik ‘’tangan di bawah’’ untuk mendatangi Anda.La, wong pemilik uang punya kuasa. Kalau mau datang ya dikasih, kalau tidak ya sudah. Yang butuh harusnya datang, bukan yang mau memberi. Itu ucapan yang lazim dan wajar diucapkan.

Kalau itu yang dilakukan, maka terjadi penguasaan oleh satu pihak kepada pihak yang lain. Tentu saja pemilik uang jadi penguasa dengan kedudukan yang lebih tinggi. Di zama seperti sekarang ini, pemilik uang bisa melakukan apa saja dan menguasai apa saja. Para pemburu kekuasaan menyiapkan uang miliaran rupiah untuk jabatan yang waktunya tak lebih dari lima tahun. Sikap ego lebih dominan dibanding yang lain. Sikap riya (naudzubillah) lebih menonjol dibanding keikhlasan.

Ada pengusaha kaya raya setiap tahun membagi zakat maal miliaran rupiah. Acaranya belum dimulai kalau semua wartawan yang diundang belum kumpul. Apa artinya ini ? Saya tidak tahu, Anda tentu lebih tahu. Mudah-mudahan beliau melakukan ini dengan tujuan syiar, agar apa yang dilakukan bisa menjadi teladan bagi orang kaya yang lain. Bukan tujuan yang lain.

Pernahkah terpikir untuk menyempurnakan pemberian dengan mendatangi orang yang membutuhkan ? Datang ke rumah reyot berlantai tanah di gang sempit dan disambut keramahan yang tulus menjadi pengalaman rukhani yang tak terhingga. Menyaksikan para penerima derma itu mengucapkan terima kasih disertai doa tulus dari mulut mereka sungguh sesuatu yang menenteramkan. Orang-orang papa yang tersebar di pelosok negeri ini adalah korban sikap zalim dari banyak pihak.

Kebijakan zalim penguasa menyebabkan dia tidak bisa beli beras untuk makan, apalagi untuk menyekolahkan anaknya. Percayalah, doanya orang korban penzaliman lebih didengar oleh Gusti Allah. Senangkan hati mereka dengan sedikit dari harta Anda, pasti mereka tak akan henti berterima kasih diiringo doa. ‘’Mugi seger waras, rezeki tambah katah.’’

Memberi dengan keikhlasan sambil mendatangi penerimanya juga mengandung nilai lain yang tak kalah besarnya : silaturrahim. Saudara kita akan bertambah. Bukankah orang yang mempererat tali silaturrahim itu dijanjikan panjang umur dan sehat wal afiat. Pemberian kita dalam bentuk sadaqah akan menjadi tameng dari segala bala dan bencana. Yang jelas mereka akan sangat senang dan wajahnya berbinar penuh rasa syukur. Bandingkan dengan ribuan orang yang mengantre zakat maal di rumah Haji Saikhon di kelurahan Purut Pasuruan, kemarin. Hanya karena Rp 30 ribu, mereka rela berdesakan sejak pagi, saling dorong, saling sikut dan saling injak. 21 nyawa melayang karena berebut zakat.

Kalau jumlah uang yang akan dibagikan sangat banyak, miliaran misalnya ? Tak ada salahnya pembagian diserahkan kepada amil zakat yang kredibel. Kalau masih belum percaya ? Wah, rasa ikhlasnya ke mana ?


Responses

  1. ini juga bisa jadi pembelajaran semua pihak yg berkompeten. pembelajaran yg sangat mahal karena harus ditebus dg nyawa manusia. semoga hati kita dibersihkan agar mampu berpikir makin jernih. tetap saling mengingatkan kebaikan pada sesama. mari kita doakan bagi yg terkena musibah agar diberi kesabaran, kemudahan dan kesehatan. amin allahuma amin..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: