Oleh: husnun | Desember 1, 2008

IBSN : Bagaimana kalau Anak Gadis Anda Ditangkap Polisi

APA yang Anda rasakan bila anak gadis Anda ditangkap polisi ? Tentu saja kaget. Orang tua pasti tidak menyangka anaknya melakukan kenakalan yang bukan lagi kenakalan anak-anak, tapi sudah mengarah kriminal. Dari catatan polisi, pelaku tindak kriminal umumnya kaum lelaki. Kalau ada dari kalangan perempuan, tentu prosentasenya sangat kecil. Dari yang sedikit itu dua diantaranya adalah gadis remaja yang masih duduk di bangku SMA. Keduanya kini menempati ruang tahanan khusus perempuan di Polresta Malang.

Apa pasal ? Kedua gadis itu ditahan karena menghajar teman sekolahnya yang sama-sama perempuan. Aksi dua gadis itu sama seperti ulah Geng Nero dari Pati yang menggemparkan masyarakat Indonesia. Banyak yang terhenyak, ternyata perilaku anak-anak perempuan itu sudah sangat sadis, sama seperti lelaki. Ketika kasus Geng Nero menyuat, dua gadis asal Malang itu juga melakukan hal yang sama ; premanisme terhadap teman sekolahnya.

Hanya saja waktu itu keduanya luput dari jerat hukum polisi dan untuk sementara bebas dari bui. Tapi pihak sekolah yang merasa tindakan dua muridnya itu menyemarkan, langsung mengeluarkan keduanya. Ternyata, di sekolahnya yang baru, dua gadis itu membuat ulah yang sama, menghajar teman perempuannya. Kali ini polisi tidak memberi ampun. Sejalan dengan operasi premanisme yang digelar polisi, keduanya langsung ditahan.

Sebelum berita itu menyuat, di Malang, ahli waris pengusaha SPBU terkenal berebut harta waris Rp 50 miliar. Namanya juga rebutan harta, tak ada yang mengalah, dan semuanya mengklaim sebagai pewaris yang saha. Dan tentu saja, mendapat bagian yang paling banyak, kalau bisa semua menjadi haknya.Perebutan warisan itu berujung putusnya hubungan keluarga. Hanya karena warisa, hilang saudara.

Dua kejadian itu mengingatkan kita tentang sebuah peringatan dari Tuhan, agar kita hati-hati mengelola anak dan harta. Dua pemberian Tuhan itu kalau dikelola dengan benar, akan menjadi nikmat dunia akhirat. Sebaliknya, kalau salah urus, anak dan harta justru akan menjadi fitnah di dunia dan akhirat. Kalau orang tua alpa mendidik anak, maka harus siap-siap menerima akibatnya. Anak yang digadang-gadang sebagai penerus dan pengangkat derajat keluarga, justru berbalik melempar air comberan ke muka orang tuanya.

Begitu juga dengan harta, yang kita cari siang malam, yang kita kumpulkan dari rupiah ke rupiah, kalau salah mengelola justru bukan kebahagiaan yang diperoleh. Orang bekerja mati-matian, banting tulang peras keringat, untuk mendapat harta bagi kebahagiaan hidup dan keluarganya. Tuhan Maha Adil. Siapa saja yang bekerja keras, pasti diberi rezeki. Pemberian itu tidak cuma-cuma, tapi harus dipertanggung jawabkan, dari mana rezeki diperoleh dan untuk apa rezeki itu. Kalau rezeki itu dikelola dengan baik, maka akan mendatangkan kebahagiaan dunia akhirat.

Simpel saja mengelolanya, jangan habiskan semua harta itu untuk kepentingan kita. Ada bagian tertentu dari harta itu yang bukan hak kita, tapi hak fakir miskin, orang-orang yang sangat membutuhkan dan untuk kepentingan umum. Kalau prinsip ini dijalankan, pemilik harta akan mendapatkan kebahagiaan yang diinginkan.

Sebaliknya, kalau harta itu tidak dikelola dengan baik dan benar – hanya dimiliki sendiri tanpa dikeluarkan hak-hak orang lain yang ada di dalam harta itu – siap-siaplah menuai fitnah. Banyak cara Tuhan mengingatkan terhadap kesalahan pengelolaan harta itu. Mungkin hartanya lenyap dalam waktu singkat saat dia masih hidup. Kalau tidak, harta itu akan jadi rebutan ahli waris saat dia sudah di alam kubur. Harta yang diharapkan bisa membahagiakan, justru menjadi bencana. Mudah-mudahan Tuhan melindungi kita dari semua fitnah itu.


Responses

  1. pertamax, walaupun postingnya belum ada.:mrgreen:

  2. Kasusnya apa dulu nih pak ?
    Kalau kasusnya kriminal wah sie pasti merasa sedih dan merasa gagal menjadi orang tua, tapi dalam situasi apapun sebaiknya kita sebagai orang tua gak boleh meninggalkan mereka,beri dukungan dan support mereka terus. Biarkan mereka belajar mempertanggungjawabkan perbuatannya,
    Terus terang sie salut sama sikap dari orang tua artis Sheila Marcia yang kesandung kasus narkoba ,sie rasa contoh sikap bijak ada pada ibundanya,yang gak menyalahkan si anak saja tapi menganggap ini kesalahannya juga yang mungkin kurang memberi perhatian.

    Dalam kondisi ini si anak pasti tertekan dan kewajiban kita sebagai orang tua adalah memberi semangat,soal kasusnya serahkan pada hukum aja.

    Tapi kalau kasusnya salah tangkap wah wah wah sebagai orang tua sie gak terima dan pasti menuntut balik hi hi emosi nih

  3. Maaf Pak Dosen dan Neng Sassie, ada yang ketelisut. Tapi komen Neng Sassie cocok dengan postingan saya soal geng cewek yang semakin meresahkan

  4. inggih Pak anak-anak dan harta memang bisa jadi fitnah .. matur nuwun sampun ngemutaken🙂

  5. waduh, siswi jd preman. Lagi!?😦 apa ini yg namanya emansipasi?

    Memang tdk disangsikan bahwa anak adalah sebuah rezeki dan karunia Alloh Ta’ala yg mjd dambaan setiap pasangan suami istri utk meneruskan nasab dan keturunannya. Tapi sayang, tdk jarang dr para ortu yg menyia-nyiakan rezeki yg b’harga ini shg justru membawa petaka bg mereka, tdk cuma di dunia namun jg di akhirat. Na’udzubillah.

  6. @ Lik Heri : Matur nuwun, kita saling mengingatkan

    @ Yodama : Matur nuwun sudah mampir. Mudah-mudahan kita tidak menyia-nyiakan rezeki dari Tuhan agar tidak kena azab di dunia dan di akhirat.

  7. Jadi tambah ngeri jadi orang Ngalam. Apalagi kalo ingat di Malang ada sekolah yang yayasannya gegeran terus rebutan aset, terkenal lagi sekolahnya. Lha itu lhak secara tidak langsung ngajari murid untuk berantem terus gak mari-mari….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: