Oleh: husnun | Desember 22, 2008

IBSN : Memberi sebagai Solusi

Akhir pekan lalu, kantor kami kedatangan tamu istimewa. Benar-benar istimewa. Pertama, orangnya memang istimewa, jabatannya hebat ; namanya MS Sucahyo pimpinan Indosat Regional Jatim. Kedua,
orangnya memang istimewa, bukan hanya karena jabatannya, tapi juga
pemikirannya. Saat berkunjung ke Malang Post, kami berdiskusi tentang banyak hal, mulai dari masalah bisnis, masalah perkembangan terkini sampai masalah ibadah.

Penampilannya masih seperti dulu, saat bertugas di Malang, dengan pakaian batik yang menunjukkan kesederhanaan. Kalau tidak tahu, pasti tidak menduga kalau dia pemimpin sebuah perusahaan telekomunikasi yang cukup besar. Satu-satunya indikator kalau dia seorang bos adalah mobil Honda New Civic terbaru yang ditumpangi bersama sopirnya.


Setelah bicara panjang lebar, obrolan kami sampai pada topik yang sangat menarik terkait dengan dua kata yang memiliki nilai sangat mendalam. Dua kata itu adalah give and give, sesuatu yang tidak pernah kita dengar sebelumnya, karena yang kita akrabi selama ini adalah kata take and give.

Atau kalau dibalik, give and take – ini yang jarang terjadi – memberi dulu baru mendapat imbalan. Dengan kata lain, mau memberi kalau ada janji atau iming-iming imbalan atau balasan. Mau bekerja kalau ada upahnya. Mau membantu kalau jelas apa yang akan diperoleh kemudian. Baik take and give maupun kebalikannya, harus dilandasi keadilan, sesuainya antara hak dan kewajiban, meskipun ada yang mencuranginya dengan mengambil hak lebih banyak dari kewajiban. Memberi sesedikit mungkin dan
mengambil sebanyak mungkin. Itu hal yang lazim dalam kehidupan sehari-hari.

Take and give dan kebalikannya saja rasanya sulit dilaksanakan dengan adil. Kebanyakan ingin take lebih banyak, give hanya sedikit. Bahkan
ada yang cuma minta tanpa memberi sedikitpun. Sudah begitu mintanya pakai mengancam lagi, persis saat George Bush Jr. menginvasi Iraq untuk menguras minyak di bumi negeri Seribu Satu Malam itu. Tak heran bila Murtada al Zaidi dan jutaan rakyat Iraq begitu marah pada Bush. Maka ganjaran untuk orang yang hanya meminta dan merampas adalah kehinaan – di dunia dan akhirat – seperti yang dialami Bush yang dua kali ditimpuk sepatu oleh Zaidi.

Lantas bagaimana dengan give and give, memberi dan memberi ? Kalau memberi terus, apakah tidak tekor, lantas dari mana pemasukannya ? Hal inilah yang kemudian menjadi diskusi menarik siang itu. Kalau ditilik secara mendalam, sebenarnya tidak ada yang sulit dari pemikiran memberi dan meberi. Meskipun memberi dan memberi – tidak mengambil atau meminta – sebanarnya tidak unsur kerugian di dalamnya. Tidak ada yang dirugikan, yang ada adalah semua diuntungkan. Kalau semuanya memahami konsep ini, semua akan mendapat keuntungan. Memberi, memberi dan memberi.

Kalau kita memberi sesuatu, tanpa harapan untuk dibalas – mungkin ini yang namanya ikhlas – percayalah bahwa siklus memberi akan berjalan lancar. Si pemberi, memang tidak mendapat balasan langsung dari orang yang diberi, tapi pemberian itu akan datang dari tempat lain atau pihak lain yang bisa jadi jumlahnya lebih besar. Meskipun demikian, prinsip take and give masih berlaku. Orang yang menerima – kalau dia tahu diri – tentu tidak akan tinggal diam setelah mendapat pemberian. Meskipun tidak saat
itu, tapi paling tidak dia punya keinginan suatu saat untuk membalas pemberian.

Adalah hal yang wajar kalau masih punya perasaan ingin membalas pemberian. Rasanya tidak enak menjadi penerima terus. Bukankah tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah ? Seorang ibu tidak pernah berfikir balasan yang akan diterima kelak saat dia dengan penuh kasih sayang menyusui anaknya. Sesuatu yang diberikan dengan ikhlas, pasti akan berbuah manis untuk pemberinya.

Hanya orang-orang cerdas yang meyakini ada kekuasaan di balik kemampuan manusia yang percaya bahwa pemberian itu akan
berbalas pemberian. Mungkin tidak diberi oleh orang yang kita beri, tapi dzat yang Maha Pemberi pasti akan memberi kita. Balasannya bisa macam-macam dan jumlahnya bisa berlipat-lipat.

Kalau semua menjalani dengan ikhlas, maka mata rantai memberi itu akan berjalan dengan lancar. Orang yang suka memberi tidak pernah rugi, bahkan tidak ada orang yang jatuh miskin karena suka memberi, yang ada justru sebaliknya. Diantara kampanye-kampanye dan slogan yang bertebaran saat ini, mungkin perlu ditambah satu lagi : Memberi Sebagai Solusi.


Responses

  1. give and give…

    *sedang belajar neh pak…..*

  2. Ilmu Ikhlas susah didapat, tapi sering dijumpai pada setiap permasalahan. Memberi dengan ikhlas, barulah sebuah solusi.
    salam

  3. Aduh bertambah lagi pengetahuan saya. Bertambah lagi orang baik dalam memori saya.
    Semoga kian banyak orang baik yang “give and give”.

    Salam hangat cak Nun. Good post, so I give you a nomination for IBSN blog award! He..he..😀

  4. Inspiring, Vote nomination for IBSN blog award :):):)

  5. aduh lama gak ketemu Pak Cahyo kangen…🙂 tapi alhamdulillah kalo di SMS beliau PASTI balas🙂

  6. ada yang tau cara buat account paypal kita verifikasi

  7. Pada saat bertandang ke Malang Post saya ada di belakang pak Cahyo. Istilahnya nyantrik. Pada saat beliau menyampaikan konsep give and give, saya melirik pak Husnun sambil berkata dalam hati :”Duluan siapa nich nulis ini ke Blog?”. Wah ternyata pak Husnun dulu.
    Kemarin saat makan siang di Malang saya sampaikan ke pak Cahyo bahwa konsep “Give & Give”-nya ditulis pak Husnun di Blog.Dan saya ajak beliau untuk gabung di WP.

    Mas Dian ketinggalan lagi, la wong beliau sudah berkunjung dulu ke sini sambil meninggalkan jejak di atas pakai nama ”abu maulana” itu. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Saya kepingin bike 2 work tapi sampai sekarang belum kesampaian, baru bike 4 fun – bike 4 fit

  8. ha-ha.. ketinggalan terus pak dian:)

  9. pak cak nun..
    saya nemuin blog jahat.. T_T

    http://sangkebenaran.blogspot.com/

  10. maaf pak cak hus nun, nanti saya mampir lagi yaa🙂

  11. Ya, harus memberi yang banyak. =)

  12. Assalamualaikum Wr. Wbr.
    Kita sekarang butuh pimpinan yang begitu, hanya tidak banyak pimpinan yang sederhana.

  13. mari kita terus berbagi sesuai dg kemampuan dan ilmu pengetahuan yg kita miliki untuk kebaikan sesama dg ikhlas, tanpa syarat. Insya Allah, semoga selalu sehat, diberikan kesabaran dan kemudahan. amin..

  14. Setuju.
    Tangan diatas lebih baik dari pada tangan dibawah….

    Sampaikan salam saya buat keluarga, buat teman-teman di Jambi Independen dan Jambi Ekspres

  15. The Power of Giving, its true…

  16. Memberi tidak hanya materi..

    Sie justru menemukan cara memberi yang paling mudah,murah dan Insya Allah berkah..

    Melalui tulisan tulisan yang penuh inspirasi dan motivasi..seperti di blog bapak ini..

    Thanks for sharing ^^v


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: