Oleh: husnun | Maret 10, 2009

Pak Kapolda, Monggo Salat Duha

SIAP Cak ! Dilap, giat pagi ini sudah salat duha bersama anggota dilanjutkan baca Surat Yasin, Kultum dan doa bersama di Aula bawah.

Itu SMS yang saya terima dari seorang perwira polisi kemarin pagi. Dia bercerita, kini semua jajaran kepolisian di wilayah Jawa Timur mendapat instruksi dari Kapolda Jatim Brigjen Anton Bahrul Alam untuk menggiatkan kegiatan keagamaan. Pagi hari sebelum mulai kerja, semua anggota yang beragama Islam diminta untuk Salat Duha dan banyak berdzikir. Perwira yang baru saja dilantik sebagai Kapolda itu juga minta jajarannya untuk memperbanyak membaca Al quran dan segala macam zikir termasuk membaca Asmaul Husna.

Ini berarti para anggota polisi punya kesibukan baru sebelum menjalankan tugas pada pagi hari. Saya belum tahu persis alasan Pak Kapolda membuat instruksi tersebut. Tapi dari pandangan saya, ini merupakan langkah maju yang diambil seorang pemimpin kepolisian di provinsi yang padat penduduk dan tingkat kriminalitas yang tinggi. Polisi mengemban tugas yang berat memberi rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

Maka untuk menjalankan tugas berat itu tidak cukup hanya melalui pendekatan duniawi dengan segala macam teori dan ilmu pengetahuan. Perlu pendekatan ukhrowi yang banyak melibatkan hati. Orientasi tugas pun perlu diluruskan, dari sekedar mencari kehidupan dunia ; naik pangkat, mendapat jabatan basah, prestasi tinggi dan materi melimpah. Tugas kepolisian bukan sekedar amanah duniawi, tapi perlu visi jangkan panjang ke akhirat.

Kalau semua yang kita lakukan bertujuan untuk kehidupan akhirat, kita akan mendapat keduanya , kehidupan dunia dan akhirat. Sebaliknya, kalau kita hanya bertujuan untuk dunia, yang diperoleh hanya dunia yang tidak jarang luput dari cita-cita. Kalau kita menanam padi, maka rumput akan ikut tumbuh, tapi kalau kita menanam rumput, mustahil padi bisa tumbuh. Tugas berat yang diemban tidak cukup hanya dengan pendekatan dunia, tapi juga dengan pendekatan spiritual. Prestasi bagus akan dicapai kalau menggunakan pendekatan dunia dan akhirat.

Strategi Kapolda yang mewajibkan jajarannya untuk memperbanyak ibadah merupakan langkah cerdas yang dengan pandangan jauh ke depan. Berbagai ibadah yang diminta oleh Kapolda untuk jadi kebiasaan anggotanya, senyatanya bertujuan untuk selalu mendekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa. Sebelum memeriksa tersangka, sebelum mengejar penjahat, sebelum meniup peluit mengatur lalu lintas, mereka harus dibekali kedekatan kepada Tuhan.

Maksudnya, mereka benar-benar berada pada ‘’shirathal mustaqim’’ tidak meleng kiri-kanan. Dengan bekal itu, tugas pemeriksaan tersangka bisa dijalankan dengan baik, penjahat pun dengan mudah ditangkap dan lalu lintas pun lancar. Itulah dambaan masyarakat kepada polisi, mereka bisa mendapat keamanan, ketertiban dan kelancaran. Dalam menjalankan tugasnya, polisi sering mendapat godaan yang tak jarang menggelincirkan mereka ke jurang kehancuran di dunia dan akhirat.

Mereka yang tak kuat iman – mungkin belum menjalankan instruksi Kapolda ini – harus menanggung malu. Bukan hanya mereka sendiri, termasuk keluarga dan korps. Betapa hancurnya hati keluarganya melihat seorang perwira muda yang digadang-gadang menjadi polisi yang hebat dan menjadi kebanggaan keluarga, tiba-tiba harus terlibat masalah criminal. Pagar makan tanaman.

Seorang perwira muda harus dicopot dari jabatannya karena menggelapkan barang bukti Narkoba. Satu lagi, seorang anggota harus menanggung malu terkena sanksi disiplin karena tuduhan memerkosa tahanan. Mereka bukan hanya terkena sanksi disiplin, tapi yang paling berat adalah sanksi social. Belum lagi sanksi di akhirat nanti. Naudzubillah min dzalik. Kasus itu hanya contoh kecil dari banyak pelanggaran yang dilakukan oleh polisi. Sudah banyak yang melanggar dan diberi sanksi, tapi masih banyak yang mengulanginya. Sudah dilakukan upaya mencegah, tapi baru sekarang ini dilakukan melalui pendekatan iman.

Sebelum menjalankan tugas, Kapolda minta anak buahnya untuk salat sunnah Duha. Salat ini merupakan salat awabin, salat tobat untuk minta ampun atas segala dosa. Kalau dosa sudah terampuni, maka segala kemudahan akan diberikan oleh Tuhan. Dan yang tak kalah penting, mereka akan dibimbing pada ‘’shirathal mustaqim’’ jalan yang lurus, agar mereka bertugas dengan professional. Dengan demikian, bisa diminimalisir ulah polisi yang ngembat barang bukti, yang memeras tersangka, yang ‘’berdamai’’ dengan pelanggar lalu lintas. Mungkin Kapolda berharap, dengan salat Duha tidak ada lagi penyelesaian ‘’86’’. Monggo Salat Duha, Kapolda.


Responses

  1. […] sesi tanya jawab ada Pak Husnun yang tanya … saya cuman geli aja… soalnya Pak Husnun memang sudah saya beritahu kalo kita mau […]

  2. Semoga dengan ibadah shalat dhuha tugas bapak2 polisi itu jadi lebih barakah dan memasyarakat…intinya lebih baiklah. Kapan masyarakat banyak memulai dhuha sebagai budaya….?

    *)kita ikut berdoa semoga pak polisi semakin profesional dalam bertugas ditambah dengan pendekatan rohani. rakyat mendambakan keamanan dan kenyamanan

  3. semoga institusi kepolisian menjadi pionir, kemudian diikuti oleh instansi lainnya…

    *)kalau saja semua pimpinan memberi teladan kebaikan kepada bawahannya….hm betapa nikmatnya hidup di Indonesia

  4. wah keren ya pakde kalo pimpinan kita semua pada gitu

    *)Iya Paklik…mari kita tebarkan kebaikan

  5. Semoga Allah meridhoi Amin…😉

    *)Amiiin matur nuwun doanya Mas Dien

  6. Semoga lancar menjalan tugasnya setelah sholat duha, Pak Polisi.🙂

    *)Mudah2an dengan salat duha semua dilancarkan oleh Allah

  7. manteb nich, smoga ntar di tempat2 lain jg kaya bgitu ya,, shalat dhuha memang mantep, subhanallah…

    *)memang mantafff nis…sebarkan ke teman2 sodara2. salam buat ebes dan memes

  8. hebat dan salut deh🙂

    – smiley man –
    *)hebat…selalu senyum

  9. Rasanya baru kali ini Kapolda membuat instruksi spiritual seperti ini. Semoga Allah SWT menambahkan anugerahnya kepada mereka, kepada kita semua. Amiin.🙂

    *)Moga2 Pak Kapolda Jatim istiqamah dalam menjalankan tugasnya mengayomi, memberi rasa aman dan nyaman

  10. Kalo semua pemimpin seperti ini, insya ALLAH damai deh dunia..🙂
    Tapi kalo seperti ini semua..kurang seru juga kali yah…😀

    *)prosentase yang baik sama yang tidak baik harus lebih banyak yang baik. kalau baik semua nanti polisinya gak ada kerjaan

  11. Siang cak….sehat kan ? wah…pemilu besok harus siap2 pilih caleg yg amanah ya….:)

    *)Sehaaat..alhamdulillah, masih bisa tenis, sepedaan dan futsal. untung aku gak nyaleg…

  12. dan bisa memberi contoh yang baik untuk para rakyatnya…hehehe…met makan siang cak…:)

    *)makan siang hari ini enak sekali jeng….ya..ya mudah2an ketemu pemimpin yang kayak gitu. sukses selalu

  13. bagus pak. mari saling mengingatkan

    *) nggih monggo, tapi jangan keliru lo, saya bukan emha ainun najib

  14. Wah.. semoga aja membawa angin segar dan perubahan paradikma jajaran kepolisian diwilayah itu yaa…🙂

  15. Sore cak…? piye khabare ? main yuk ke rumah diajeng🙂

  16. wah betul.
    Saya juga alhamdulillah rutin dhuha.
    Saya percaya dengan dhuha akan memperlancar rezeki kita.

  17. Bagus ,perlu dicontoh .Sholat duha .moga aku mengikuti langkah beliau.Ya mudah – mudahan Polda lainya mengikuti yang dijawa timur

  18. salam kenal pak husnun… met sholat dluha..🙂

  19. Pak’e…. hehehe

  20. wah mampir malih pakde .. matur nuwun selalu ngingatin solat duha😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: