Oleh: husnun | Maret 21, 2009

Sujud….Sujud…Sujud

KANJENG Nabi Muhammad punya seorang pembantu yang sangat setia, namanya Robiah. Begitu setianya, sampai seluruh hidupnya digunakan untuk berbakti kepada Sang Rasul. Mulai urusan besar sampai urusan mengambil air wudlu bagi Rasulullah, dilakukan dengan penuh keikhlasan. Sahabat setia ini malah ingin mengabdikan dirinya kepada Rasulullah sampai akhir hayatnya. Bahkan ketika ditawari untuk berhenti bekerja – karena mungkin usianya sudah uzur – dia menolak. Ibaratnya ditawari pensiun dari pengabdiannya, dia tetap menolak, ingin terus mengabdi kepada Nabi pujaannya itu.

‘’Biarkan saya bersamamu Ya Rasulullah, mulai di dunia sampai di surga nanti,’’ katanya beralasan. Rasulullah tidak bisa menolak permintaan khodamnya itu. Hanya saja dia memberi syarat. ‘’Kalau kamu ingin bersamaku di dunia sampai di jannah nanti, kamu harus banyak bersujud.’’ Pernyataan pria bergelar Al Amin itu langsung diamini oleh Robiah. ‘’Samikna wa athokna,’’ katanya mantap.

Lo, kok gampang sekali untuk bisa meraih tiket ke sorga. Bukankah banyak tangga yang harus dilewati untuk bisa masuk ke dalamnya. Bukankah kita harus melewati titian shirathal mustaqim yang jembatannya bak rambut dibelah tujuh itu. Ya, memang banyak tangga ke sorga, salah satunya adalah yang disampaikan Rasulullah kepada Robiah itu. Seberapa banyak sujud yang harus kita lakukan. Bukankah kita salat wajib lima kali dalam sehari semalam atau 17 rakaat atau 34 kali sujud. Lantas, berapa kali lagi harus memperbanyak sujud.

Ternyata, yang 17 rakaat itu adalah yang wajib. Selain itu masih banyak rakaat dan sujud yang lain dalam salat sunnah. Inilah yang disampaikan Rasulullah kepada pembantunya itu dan juga kepada kita. Kalau kita ingin mendampingi beliau di jannatul firdaus harus banyak sujud. Artinya, salat wajib yang 17 rakaat itu tidak boleh ketinggalan, tepat waktu dan berjamaah di masjid (kalau bisa). Kemudian ditambah lagi dengan salat-salat sunnah yang rakaatnya sangat banyak itu.

Misalnya, sunnat rawatib – salat sunnah yang menyertai salat wajib – dan sunnah yang lain. Yang sunnah muakkad ada lima, dua kali sebelum dzuhur, sekali setelah maghrib, sekali setelah isya’ dan sekali sebelum subuh. Itu masih ditambah sunnah lain yang menyertai salat sunnah. Belum lagi salat sunnah lain seperti tahajjud – yang konon katanya merupakan salat yang paling berat karena dilaksanakan sepertiga malam terakhir saat nikmat-nikmatnya tidur – salat duha, salat hajat, istikharah dan salat sunnah insidentil seperti minta hujan dan salat gerhana.

Wah, berat ya ? Tidak juga, relatif, tergantung dari mana kita memandangnya. Kalau kita ingin menjadi kekasih Rasulullah, kita harus mengikuti apa yang dia inginkan. Demi cinta kita kepada kekasih, kita rela melakukan apa saja, dengan risiko apapun. Begitu juga dengan rasa cinta kita kepada Rasulullah yang akan mengajak kita agar bisa bersama-sama masuk ke sorga. Tawaran itu memang disampaikan kepada Robiah, tapi kita sebagai pengikut beliau juga punya opsi untuk ikut.

Memang berat. La wong salat wajib lima waktu saja sering tidak jangkep, bagaimana dengan yang sunnah. Tidak ada yang sulit bagi yang punya niat dan tekad. Kalau kita punya niat mendampingi Rasulullah di jannatunnaim, segala rintangan itu harus disingkirkan. Rintangan kita sekarang beda dengan para sahabat di zaman Rasulullah yang harus bertaruh nyawa hanya untuk mengucap syahadat. Sekarang tidak ada lagi alangan yang berat bagi kita untuk menjalankan ibadah.

Kita bisa salat kapan saja, di mana saja. Masjid berserakan di mana-mana, kita bisa salat di mana kita suka. Mau Subuhan di Jamik, Dzuhur di Sabilillah, Ashar di AR Fachrudin, Maghrib di Khodijah dan Isya’ di Annur, tidak ada alangan. Yang jadi pengalang hanya satu dan sangat berat, hawa nafsu. Itu yang membuat kita begitu nyenyak tidur saat azan Subuh berkumandang, yang membuat kita malas saat ada panggilan Dzuhur, saat sok sibuk saat panggilan Ashar, saat asik nonton TV saat azan Maghrib yang terus dilanjutkan sampai waktu Isya’.

Kalau kita ingin menyertai Rasulullah sampai di sorga nanti, perangi dan kalahkan nafsu, jihadunnafs. Sempurnakan salat wajib, lengkapi dengan salat sunnah untuk menambah frekuensi sujud kita. Bukankah saat sujud – terutama sujud terakhir – kita menjadi sangat dekat dengan Gusti Allah ? Manfaatkan untuk memohon : jadikan kami sebagai hambaMu yang menyertai Rasulullah di sorga. Amin


Responses

  1. alhamdulillah nomer pertama pakde😀

    • Sehat selalu Pak lik, gandrung FB posting di WP dilupakan…ha…ha, nggaklah

  2. mas husnun…yang kerap terjadi dan kasat mata…seseorang mengabdi pada bos atau pejabat melebihi pengabdian yang seharusnya dilakukan kepada rasulullah….kalau sang bos memerintahkan ini itu pasti segera dipenuhi…walau misalnya ketika itu berada pada waktu sholat….bayangkan pula bagaimana sang bawahan yang dipercaya untuk menseleksi tamu begitu angkuhnya…..dia berkuasa untuk menerima dan menolak tamu untuk bertemu dengan bos….padahal dia lupa, bertemu dengan allah lewat sholat begitu mudah dan ikhlasnya…. ketimbang tamu yang mau ketemu bosnya….yang semua tamu harus melalui dia…..pikirannya kalau bisa dipersulit lalu kenapa harus dipermudah…… istighfar…….

    • Terima kasih prof…Bertemu dengan Allah yang begitu mudah saja kita sering abaikan. Kita malah berlomba-lomba ingin bertemu sesuatu yang sulit. Rasulullah mengatakan, mudahkanlah urusan orang lain, niscaya Allah akan memudahkan urusanmu di akhirat. Kenapa ya, tidak banyak yang kepingin mendapatkan janji ini. Jazakallah

  3. terimakasih atas pencerahannya…
    sungguh bermanfaat sekali.
    ketaatan dan kecintaan Robiah terhadap Sang Nabi mengantarkannya ke surga.
    semoga sujud kita adalah bentuk ketaatan kepada nabi sebagai pembawa risalah… tentunya dengan rasa ikhlas lillahi ta’ala.

    *)Mudah-mudahan Allah menjadikan kita menjadi mukhlasin, sebab hanya mukhlasin yang tidak mempan digoda setan

  4. bukti seorang hamba pada Sang Kholik..

    what a nice article..

    *)Kita menghambakan diri hanya kepada Allah

  5. Teladan pengabdian kepada Rasulullah bisa datang dari mana saja, termasuk Robiah

    *)Kita bisa belajar dari ”ayat-ayat” Allah yang berserakan di permukaan bumi

  6. gimana caranya agar cara pandang kita dapat berubah dari yang sholatnya tidak jangkep menjadi jangkep atau malah bisa tambah dengan yang sunnah?

    *)Saya juga lagi belajar menggenapi salat saya dengan salat sunnah untuk menutup wajib yang bolong-bolong. Mari belajar dan mencoba bareng-bareng saya

  7. keseringannya itu kita lebih takut sama atasan dari pada Allah…🙄

  8. buatku pribadi ya pak..godaan terberat saat mw ibadah itu ya pas subuh2… sholat subuh..rasanya ko pengen narik selimut terus dan bilang “5 menit lagi lah.. lima menit lagi” whehehe…

    *)”Bentar, 5 menit lagi.” diganti. ”Ayo sekarang, siapa tahu 5 menit lagi kita dipanggil Allah.”

  9. Memang ketika kita mencoba sesuatu yang baik terkadang berat rasanya..semoga aja kita dijaman yang semakin berat tetap bisa mengamalkan apa yang diperintah Rasul..

    wah gimana nih sepedaan masih aktif…
    http://sibirupremier.wordpress.com/

    *)sama kan dengan saat kita mau nyoba sepedaan 30 km ? Rasanya berat, tapi setelah dicoba, memang berat tapi lama-lama jadi enak.
    Sepedaan jalan terus

  10. Alahamdulillah saya diingatkan…
    Makasih Bang…pencerahannya..🙂

    *)Alhamdulillah, sampeyan tetap lucu

  11. waduh telat aku…

  12. semakin banyak sujud semakin baik asal ikhlas..bukan pamer…
    Dan akan lebih terkabul doanya..

    *)Naudzubillahi min dzalik. Mudah-mudahan Allah melindungi kita agar tidak pamer..amin

  13. sujud,, menentramkan hati, menyehatkan tubuh, ya ndak pak?

    alhamdulillah. . . rutam nuwus pak e, saya jadi merenung😀

    wah, pak husnun sama pak heri keranjingan FB tho?:mrgreen:

    *) Oyi jes, pokoke kane lop. Lek, FB mek gawe selingan tok, cikno diarani sibuk..ha..ha..ha

  14. Bapak, isin aku mocone hihihi

    *)hi..hi..hi bagus, sik punya isin

  15. Terima kasih sudah sharing……..

    salam kenal dan mampir ya Pak

    *)Mudah-mudahan silaturrahim ini bermanfaat

  16. Sujud.. adalah saat/posisi dimana kita paling dekat dengan ALLAH. Jadi manfaatkan sujud (perpanjang sujud) dengan banyak berdoa/berdzikir kepada Sang Maha Pencipta.

    *)Jazakallah A’

  17. mampir kesini lagi, pengen lihat pak husnun nendang bolah… (hayah… itu kan di fb😀 )

    *)kapan-kapan kita futsal bareng..mau…mau…mau ?

  18. pakde dicari pake heru

    *katanya lelenya dah besar2 belum?:mrgreen:

    *) Sik Paklik..lagi nunggu waktu yang tepat. jadwale semester ini bikin pusing

  19. mari kita semua mencontoh Nabi besar kita Muhamad SAW🙂 semoga kita semua selalu bisa bersujud syukur atas semua nikmat yg Alloh SWT berikan. amin🙂

    *) Saya bersyukur panjenengan sudah berkunjung

  20. Makasih buat postingan yang membangun ini.. Menyadarkan aku..

    Subhanallah, dikunjungi tamu istimewa

  21. *turut berdoa* Amiin..

  22. mantep mas…………

    tapi kalau sujud di mesjid,, imam nya gak khusyuk gmn tuh mas,,,,,
    mending shalat sendiri khan???kita tidak mau khan shalat kita gak diterima???

    nanti diakhirat khan kita plg kampung….klo imamnya gak satu kampung dengan kita gmn tuh…

    padahal,,,di dunia ini kita harus cr bekal buat plg kampung khan…

    nah….carilah dmn kampung kita nanti pas di akhirat ya>>>

    moga kita bs sama sama di sana ya???


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: