Oleh: husnun | April 3, 2009

Bom Waktu itu Bernama…Utang

PEKAN lalu, Majalah Time membuat laporan yang membuat bulu kuduk berdiri. Laporan itu mengenai kondisi mutakhir perekonomian Amerika yang konon tidak akan lebih baik dalam beberapa tahun mendatang. Barrack Obama yang kini memimpin negara Adi Kuasa itu sekarang harus siap-siap menerima ledakan bom waktu yang bisa meledak setiap saat.

Ledakan demi ledakan sudah terjadi yang membuat Amerika nyaris karam ke dasar laut yang dalam. Ada dua ‘’bom’’ yang siap meledak dalam waktu dekat ini. Yang pertama adalah kebijakan bailout yang memberi bantuan kepada perusahaan-perusahaan raksasa yang sedang sekarat. Big three industri otomotif, Ford, General Motor dan Chrysler, sudah mendapat kucuran dana pemerintah agar bisa terus beroperasi, agar tidak semakin banyak karyawan yang di PHK.

Meskipun kebijakan bailout itu banyak dikecam, tapi oleh Obama tetap dijalankan. Bailout yang paling menghebohkan adalah kepada raksasa asuransi AIG (American International Group) yang juga tengah sakaratul maut. Yang membuat masyarakat Amerika heboh dan Obama berang adalah, uang talangan itu sebagian dihambur-hamburkan untuk membayar bonus para eksekutif AIG yang jumlahnya mencapai miliaran dolar. Kasus AIG ini oleh Time disamakan dengan senjata pembunuh masal WMD (Weapons Mass Destruction).

Perusahaan ini memiliki modal tak lebih dari USD 50 miliar sementara kewajibannya enam kali lipatnya atau USD 300 miliar. Orang Amerika kini merasakan akibat dari pola hidupnya yang sangat konsumtif. Apa saja ingin dimiliki meskipun tidak uang di saku. Kartu kredit dan utang memberi jalan untuk bisa memenuhi mimpinya memiliki barang idaman. Tempat tinggal mereka sudah ‘’disekolahkan’’ ke bank hanya untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak mendesak.

Bom demi bom akan meledakkan ekonomi Amerika yang didominasi oleh utang. Ya, utang telah membuat bangsa Amerika berubah drastis dari bangsa yang kaya menjadi bangsa paling fakir. Prinsip mereka, kalau bisa diutang, kenapa dibayar cash, meskipun dengan bunga yang mencekik. Utang yang kemudian diikuti dengan bunga yang mencekik, kini telah menjerumuskan umat manusia ke jurang kehancuran. Kita tidak sadar kalau kartu kredit itu akan menusuk kita dari belakang. Bayangkan, ada kartu kredit yang mengenakan rate sampai 40 persen per tahun.

Saat menggesek kemudian membawa pulang barang idaman, kita tidak sadar kalau pisau itu tengah ditempelkan di punggung kita. Kita bisa memiliki barang-barang idaman tanpa harus keluar uang banyak. Itu kesenangan semu, sementara, yang membuat kita terlena, bahkan untuk membacara peraturan kredit pun kita tidak sempat. Kita sering tidak tahu berapa rate yang dikenakan kartu kredit yang ada di dompet kita.

Inilah yang menjadi kekhawatiran, bom waktu di Amerika itu suatu saat juga akan dikirim dan meledak di sini. Saya agak rikuh untuk menyampaikan di sini : janganlah berutang. Pasti banyak yang memrotes bahkan memaki-maki saya. ‘’Mana bisa sekarang ini hidup tanpa utang,’’ sergah seorang teman. ‘’Memang sampeyan tidak punya utang, jangan sok,’’ kata yang lain.

Saya tidak akan bercerita betapa menderitanya para debitur itu yang tiap bulan harus memenuhi kewajibannya. Kerja kerasnya dari tanggal satu ke tanggal satu berikutnya, hanya meninggalkan ngenes. Gajinya dipotong di sana- sini untuk mengangsur utang, yang dibawa pulang hanya struk gaji. Kok tahu ? Saya pernah merasakan betapa beratnya kewajiban debitur : ngangsur KPR, ngangsur kendaraan dan sebagainya.

Kalau bicara utang, sungguh saya sangat sedih. Bukan soal bisa bayar atau tidak, tapi kalau suatu saat kita dipanggil Gusti Allah sementara utang belum lunas. Suatu saat ada beberapa orang datang ke Kanjeng Nabi Muhammad sambil membawa mayat. Mereka minta Nabi menyalati mayat ini. Nabi bertanya, apakah almarhum punya utang.

Mereka menjawab, punya ya Rasulullah. ‘’Bawa saja pulang, aku tidak mau menyalati mayat orang yang punya utang.’’ Malang betul nasib mayat itu, di dunia dia menderita karena dikejar-kejar utang, di akhirat di akan mendapat penderitaan yang amat pedih karena utangnya. Naudzubillah min dzalik


Responses

  1. terimakasih wawasannya pak husnun…
    rupanya amerika juga ada bakat jadi negara miskin yah… horeee…. (walah kok hore!)

  2. sungguh sedih orang yang meninggal dunia masih menyisakan hutang, iya kalo ada yang buat bayar, ataupun ada dari pihak keluarga yang siap menanggung beban mayat, nah kalo tidak?? na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

    *)Naudzubillah….

  3. wah.. iya pak de… tapi amerika memang akan merasakan akibatnya.. tapi kalo sampe merembes kesini itu yang gawat…

    mudah2-mudahan ALlah membesakan kita dari hutang…

    tapi hutang negara kita buannyyyyyaak lo😦

    *) Kayaknya kita tinggal tunggu waktu, kalau tidak cepat keluar dari jerat utang

  4. Sudah…aku dah merasakan pedihnya punya utang….nggak cuma utang uang tapi juga utang moral, jasa dsb. Semuanya nyusahin dan yang pasti mau tidak mau harus dibayar. Sekarang jarang ada bantuan tanpa balas jasa. Jadi……kapok deh ngutang. (Tapi harus nglunasi kredit dulu nih…baru kapok)

    Amerika……biar aja diurus sendiri tuh sama Barack Obama. Sekali-kali biar mumet, mosok bikin negara lain mumet terus?!!

    *)Sama Mas, saya sudah pernah merasakan menderitanya sebagai debitur

  5. utang…. hiks…😦

    *)hiks …juga

  6. prinsip saya : nggak mau punya utang kalo nggak kepaksa banget. misalnya ingin beli rumah, ya kepaksa pinjam, kalo nggak ngutang mungkin nggak bakalan punya rumah..

    *)Bener Mas, sebenarnya kita bisa tanpa utang. Kalau kepaksa utang, cepet2 dibayar. Saya sudah merasakan penderitaan jadi pengutang

  7. oiya.. apa kabar mas?

    *)Alhamdulillah, kabar baik. Mas Eko gimana ?

  8. Asyikkk…. sapa tau dengan begitu Endonesia bisa naik daun nggih Pak… mengke nak Pak Husnun dados terkenal mirip Bill Gate..terus aku nebeng nama ahhh…hihihi

    *)Jangan mikiri negaranya dulu, mikir kita sendiri aja untuk keluar dari belenggu utang. Opo hubungane karo Bill Gates..

  9. Tujuan kapitalisme tertinggi adalah membentuk masyarakat konsumsi masif. Mungkin ini biang keladi ambruknya perekonomian yang terparah sejak malaise. Kita pun akan menyusul ambruk, bila masyarakat masih konsumtif tanpa kendali.

    Artikel terbaru dari Murid Baru: Cerdas Bermedia dan Cerdas dari Media

    *)Nauduzubillah, mari kita saling mengingatkan agar tidak tersesat

  10. Dalam pola ekonomi modern dianut paham hutang sebagai sarana pendorong pergerakan ekonomi yang lebih cepat dengan tetap sehat…
    Tapi entah kenapa nurani saya (apa karena saya bokan ekonom ya..?) selalu merasa hal itu tidak mudah dan selalu beresiko tinggi karena ada banyak faktor lain diluar kita yang kada ikut berperan dan belum tentu semua faktor itu telah dapat diprediksi dengan akurat sepenuhnya..

    Itulah sebabnya kartu kredit pun walaupun sangat bermanfaat untuk menggantikan fungsi transaksi tunai dengan lebih mudah, praktis dan aman, tak pernah saya pergunakan sebagai sarana kredit. Tapi lebih sebagai sarana penundaan pembayaran yang berencana. Artinya kalau emang gak akan bisa bayar lunas diakhir bulan (saat tagihan kartu kredit datang) saya tak akan menggunakannya..

    Tapi entahlah.. mungkin saya yg terlalu konservatif..🙂

    *)Di jaman yang serba tidak menentu ini, kehati-hatian sangat penting, Mas

  11. Doa Rasulullah saw:
    “Ya Allah, cukupilah aku dengan rizkiMU yang halal (supaya aku terhindar) dari yang haram. Perkayalah aku dengan karuniaMU (supaya aku tidak meminta) kepada selainMU..”
    amin..

    *)Amin ya rabbal alamin…jazakallah

  12. jadi prinsip hemat pangkal kaya itu emang berlaku saya sendiri lebih memilih menyimpan uang buat masa depan lebih baik saya sengsara sekarang tapi kelak anak tidak…..

    toh selagi bisa makan kenapa tidak

    *)Setujuuu Mas. Berakit-rakit dahulu, berenang-renang ke tepian

  13. saya takut ngutang pak, katanya kalo punya utang terus sampe mati ga kebayar tar di alam kubur jadi susah.. betul itu pak?

    *)Orang yang gak bayar utang itu di mana-mana susah : di alam dunia dan di alam akhirat

  14. jangan dekati utang
    kalau utang janji blue keseringan dech heheh…………
    salam hangat

    *)Salam silaturrahim Mas Blue, saling mengingatkan untuk tidak utang

  15. […] pesta lele di rumah saya besok jam 12 .. begitu kurang lebih sms Pak Husnun pada Jumat malam 10/04/2009, ketika saya sedang sibuk membantu teman-teman mengentri data quick […]

  16. utangku banyak nih karena dah lama tak ke sini…😀
    semangat !!!
    semangat tuk bayar utang…
    salam hangat selalu

    *)Salam, semangat tidak mau utang

  17. […] jalan tadi saya mendapat SMS dari Bapak Husnun Djuraid – Pimrednya Malang Post, yang juga anggota IBSN, […]

  18. Mendalam … hutang … sebaiknya dihindari, tetapi adakanya diperlukan … mari belajar. Mudah-muda kita terhindar dari hutang. Kalau saya masih banyak kayaknya … Makasih postingan berharga ini

    *)Terima kasih Pak Dosen

  19. pantun debt collector:

    siang-siang pergi ke pasar
    ke pasar buat beli kacang
    ayo kamu buruan bayar
    buruan bayar itu utang
    🙂
    Jalan-jalan ke kota Lahat
    Jangan lupa membawa pedang
    Kalau ingin hidup kita nikmat
    Mulai sekarang hindari utang

  20. Wah Mas berarti negara Amerika akhirnya bisa hancur tuh…sering sombong sih
    tapi dampaknya akan ke negera kita juga ya…itulah buruknya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: