Oleh: husnun | Juni 4, 2009

Belajar dari Kekalahan Manchester United

MOMENT of Glory itu akhirnya datang juga. Sebuah tandukan Lionel Messi mengarah ke tiang jauh kiper Edwin van Der Saar. Itulah gol kedua Barcelona ke gawang Manchester United (MU) di Stadion Olimpico Roma, Kamis dini hari. Jutaan orang di seluruh dunia bersorak kegirangan, tapi lebih banyak lagi yang menangis sedih, termasuk salah satunya adalah yang tengah membaca tulisan ini.

Ya, El Barca sudah menahbiskan diri menjadi jawara, best of the best di daratan Eropa. Selain Messi, Samuel Eto’o sudah menciptakan mimpi buruk bagi Sir Alex Fergusson, anak buahnya dan seluruh fansnya di muka bumi. Sebelumnya, MU banyak diunggulkan mengulangi sukses seperti tahun lalu saat mengalahkan Chelsea melalui drama adu penalty yang menegangkan di Moskow.

Setelah menyaksikan pertandingan itu, kita bisa menganalisis penyebab kekalahan MU. Banyak analisis hebat yang dilontarkan. Salah satunya adalah kedisiplinan Puyol dan Toure di lini belakang Barca yang mampu menahan kecepatan Rooney dan Tevez. Atau, kelengahan seper sekian detik dari lini belakang MU yang berubah menjadi malapetaka.

Tapi dari sekian banyak analisis itu, ada satu yang sangat menggelitik.

Melalui facebook, seorang teman memberi komentar, pertandingan itu bisa dilihat dari logo sponsor di dada para pemain. MU disponsori oleh AIG (American International Group) sebuah perusahaan asuransi terbesar di dunia, sedangkan di dada pemain El Barca terpampang logo Unicef (United Nations Childrens Fund), sebuah lembaga PBB yang mengurusi dana untuk anak-anak di seluruh dunia.

Seperti kita ketahui, AIG merupakan salah satu perusahaan di Amerika yang berperan besar dalam krisis ekonomi global. Seperti yang saya tulis di mimbar ini beberapa waktu yang lalu, AIG yang nyaris bangkrut itu justru mendapat suntikan dana dari pemerintah Amerika. Ironisnya, dana talangan itu tidak digunakan untuk menyehatkan perusahaan dengan menambah modal untuk operasional perusahaan, tapi sebagian besar dipakai untuk membayar bonus para eksekutifnya. Miliaran dolar masuk ke saku para eksekutif AIG. Krisis global memang dimulai dari ambruknya perusahaan-perusahaan besar di Amerika yang kemudian berimbas ke seluruh dunia, termasuk ke sini, Indonesia.

Akibat ketamakan perusahaan-perusahaan di Amerika, jutaan umat manusia di dunia menderita. Kebanyakan adalah mereka yang kehilangan pekerjaan karena perusahaannya bangkrut. Kita sebagai orang beriman, pasti percaya bahwa apapun perbuatan yang kita lakukan di dunia, akan mendapat balasan dari Tuhan. Yang pasti, balasan itu akan diberikan di akhirat nanti, tapi bisa juga akan diturunkan saat di dunia. Ketamakan kaum kapitalis itu telah membawa bencana bagi pelakunya sendiri, tapi juga kepada yang tidak ikut terlibat di dalamnya.

Secara tidak langsung, MU menjadi korban kutukan jutaan para jobless dan korban PHK di seluruh dunia. Mereka adalah orang-orang teraniaya, orang yang dizalimi, oleh sistem kapitalis. Benar saja kata Rasulullah, doa orang yang terzalimi sangat makbul, segera dikabulkan oleh Tuhan. Orang-orang yang terzalimi oleh sistem kapitalis yang sangat arogan dan tidak manusiawi itu berdoa kepada Tuhan dan kemudian dikabulkan. Kemudian Tuhan menurunkan balak kepada para kapitalis itu sehingga mereka terseok-seok, termasuk diantaranya MU yang tak berkutik menghadapi El Barca.

Kondisi ini berbalik dengan El Barca yang memasang logo Unicef di dada pemainnya. Kalau MU mendapat dana dari sponsor dari perusahaan yang dituding sebagai pemicu krisis global sehingga terjadi jutaan jobless, El Barca justru mengeluarkan derma untuk membantu anak-anak yang menderita di seluruh dunia. El Barca membantu Unicef untuk membantu anak-anak yang kekurangan pangan, kesehatan dan pendidikan di seluruh dunia. Sama seperti para jobless, anak-anak itu adalah korban kezaliman, yang doanya mustajabah. Anak-anak yang sekarat karena kelaparan, yang tidak bisa sekolah dan yang terkena berbagai penyakit, berdoa bersama-sama untuk para pendonornya. Doa itu terkabul dan salah satunya menjelma menjadi kemenangan El Barca terhadap MU.

Pertandingan final yang mendebarkan itu justru menjadi ‘’ayat’’ bagi kita untuk dijadikan pelajaran. Kalau kita banyak berbuat dosa, merugikan dan menyengsarakan orang lain, percayalah, balasannya pasti akan datang dalam bentuk yang sama, baik di dunia maupun di akhirat. Kalau kita berbuat baik, membantu sesame, meringankan beban orang yang kesusahan, niscaya Allah akan membalasnya dengan balasan yang lebih baik dan lebih baik.


Responses

  1. ikut menikmati postingannya

  2. ikut belajar di sini sama pak Husnun…

    salam silaturrahmi,

    [assalamu’alaikum]

  3. Wah komentar yang menggelitik tapi sangat masuk akal dari kaca mata spiritual Mas. Doa jelek tapi makbul untuk AIG maupun MU.
    BTW sekarang tidak hanya dunia bahkan amerikapun kualahan dengan makin banyaknya pengangguran dan rakyatnya banyak yg tidak bisa bayar cicilan. Perusahaan besar yg masih eksis menggunakan tenaga dari India, Singapura dan negara menengah lainnya untuk melakukan pekerjaan mereka via internet karena upah mereka yg jauh lebih murah dari orang amerika sendiri. Jadi orang amerika yg sok dulu itu banyak yg gigit jari.

  4. wah,, setiap perbuatan akan mendapat balasannya ya pak..

    sip! saya ikutan belajar ‘membaca’ niy,,

  5. omment 89 luar biasa artikel anda sungguh sangat membantu saya we suupport you, sukses buat anda semua. merdeka


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: