Oleh: husnun | Juli 27, 2009

Siapa Saja Bisa Jadi Wali

JUDUL tulisan ini tidak ada hubungannya dengan kelompok musik yang lagunya banyak digemari karena bercerita tentang kemalangan seorang bujang yang tidak juga mendapatkan jodoh. Wali di sini adalah orang-orang yang dicintai dan mendapat perlindungan Allah. Dalam sejarah, penyebaran Islam di Indonesia (Jawa) peran para wali yang berjumlah sembilan orang itu sangat besar. Para Wali songo telah membawa cahaya Islam ke tanah Jawa yang sampai sekarang bisa kita nikmati.

Cerita tentang kehebatan para wali itu sudah banyak dikenal, bahkan begitu terkenalnya mitos-mitos itu sampai mengaburkan perjuangan dakwah para wali yang sesungguhnya. Dalam benak kita yang ada adalah, para wali itu orang yang sakti mondroguna, ora tedas tapak paluning pande, bisa menghilang, bisa berjalan di atas air, bisa membangun masjid dalam semalam, mampu membangun masjid megah hanya dari tatal (potongan kayu) dan segala macam mitos kesaktian.

Mitos itu menempatkan para wali sebagai mahluk yang amat mulia, bahkan dengan sanjungan kemuliaan yang berlebihan, melebihi pejuang Islam angkatan sebelumnya. Kehebatan dan kesaktian para wali begitu diagungkan sehingga banyak yang melupakan esensi perjuangannya. Cerita-cerita tentang kehebatan para wali justru menghilangkan ajaran pemurnian Tauhid yang mereka dakwahkan. Padahal dakwah para wali itu begitu hebat untuk menyelamatkan akidah umat dari kesesatan dan kemusyrikan.

Kata wali begitu sakral, begitu terhormat dan tidak semua orang bisa menjadi wali. Periode wali seakan sudah selesai setelah mangkatnya Wali songo. Padahal, yang namanya Waliullah itu tidak terbatas kepada para mujahid yang menyebarkan Islam di tanah Jawa saja. Waliullah adalah orang yang dicintai Allah, dilindungi Allah, karena ketaatan, iman dan taqwanya. Jadi, wali bukan predikat yang kaplingnya hanya dimiliki oleh orang dengan kasta tertentu. Siapa saja bisa jadi wali, menjadi orang yang dicintai dan dilindungi Allah.

Para wali Allah adalah orang yang tidak punya rasa takut dan khawatir menghadapi kehidupan dunia. Mereka selalu optimis menjalani kehidupan, karena sudah tahu ada yang menanggung hidupnya. Istiqamah menjadi pegangan hidupnya dalam menjalankan ibadah. Tidak cukup hanya ibadah wajib yang jadi menu hariannya, ibadah sunnah pun tak pernah ditinggalkannya. Orang-orang yang melengkapi ibadah wajibnya dengan ibadah sunnah akan mendapat tempat termulai di Jannatul Firdaus, jannah yang paling tinggi.

Inilah kedudukan manusia termulia yang mendapat cinta dan perlindungan dari Tuhan yang Maha Mulia. Kedudukan ibadah sunnah memang di bawah ibadah wajib, tapi perannya sangat penting untuk kesempurnaan hidup. Ketika menghadapi pengadilan Yang Maha Adil di akhirat nanti, amal manusia akan ditimbang, mana yang lebih berat, kebaikan atau kemunkaran. Kalau kebaikannya lebih sedikit, bisa ditambah dengan ibadah sunnah agar imbang. Kalau kebaikan dan kemunkaran imbang, amalan sunnah bisa membantu menaikkan timbangan kebaikan untuk kemudian mengantarkannya ke Jannatul firdaus.

Selain orang yang rajin ibadah wajib dan ditambah yang sunnah, kedudukan di bawahnya adalah orang yang hanya menjalankan ibadah wajib, yang lain tidak mau, yang penting wajib. Ini termasuk golongan bahaya, karena belum tentu ibadah wajibnya itu lebih banyak dibanding yang masksiatnya. Kalau sebaliknya, bisa tergelincir ke neraka yang mendidih. Yang terakhir, golongan yang tahu tentang ibadah wajib tapi tidak mau melaksanakan. Tahu kewajibannya tapi tidak mau menjalankan. Maqom golongan ini jelas, di neraka yang amat pedih.

Menilik tiga golongan itu, kita masuk golongan yang mana ? Yang pertama, sebagai Waliullah, kedua golongan Al a’raf ( yang amal kebaikan dan maksiatnya sama) atau mungkin kita masuk golongan yang ketiga, golongan dzolama nafsih. Naudzubillah. Mari kita pilih untuk menjadi hamba yang dicintai dan dilindungi Allah dengan menjalankan yang wajib dan melengkapi dengan sunnah, supaya kita bisa menjadi Waliullah. (disarikan dari ceramah Ustad Zuber Suryadi LC, di Masjid Cut Nyak Dhien, 22 Juli 2009)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: