Oleh: husnun | Februari 8, 2010

Temukan Tombo Ati

SUKA dengar lagu Tombo Ati yang dinyanyikan Opick ? Lagu berbahasa Jawa yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia itu memang sangat bagus dan menyentuh. Bagi generasi era sekarang, menyangka kalau tembang itu baru, ciptaan komposer mutakhir. Tapi bagi generasi lawas yang usianya sudah menginjak lima puluhan, pasti tahu kalau lagu itu adalah nyanyian lama  yang sering dilantunkan di masjid, surau dan langgar di desa. Lagu pujian ciptaan Sunan Bonang itu biasanya menjadi ’’lagu wajib’’ sebelum pelaksanaan salat wajib berjamaah, sambil menunggu Sang Imam datang.

Ketika saya masih kecil, Embah Kakung saya – mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosanya – yang mengajari pujian itu. Sebelum beliau datang untuk memimpin salat, anak-anak dan jamaah lain melantunkan lagu itu : Tombo ati iku limo sak wernane…..Lantaran lagu itu menjadi menu harian semasa kecil, maka ketika Opick menyanyikannya lagi dengan iringan musik, memori saya terbawa ke masa kecil yang sangat menyenangkan. Saat azan Maghrib berkumandang, kami harus cepat sampai ke Langgar yang tak jauh dari rumah untuk salat berjamaah. Dengan penuh semangat, kami menyanyikan Tombo Ati dengan suara yang keras.

Usai Maghrib berjamaah, kami mengaji dengan bimbingan Embah, yang menurut pandangan kami kala itu merupakan orang yang sangat tegas dan berwibawa. Tangan kanan membawa kalam, kayu untuk penunjuk huruf di kitab dan tangan kiri membawa sapu lidi. Sapu ini bukan untuk membersihkan lantai Langgar, tapi setiap saat siap mendarat di tubuh manakala kami salah atau guyon saat mengaji.

Ketika manusia modern sering tereparangkap dalam penyakit hati yang menyesakkan dan menyengsarakan, tak ada salahnya bila menyimak lagi pitutur Tombo Ati itu :

Tombo ati iku limo sak wernane

Kaping siji moco Quran sak maknane

Kaping pindo salat wengi lakonono

Kaping telu wong kang soleh kumpulono

Kaping papat weteng iro ingkang luwe

Kaping limo zikir wengi ingkang suwe

Salah sawijine sopo bisa ngelakoni, mugi-mugi Gusti Allah nyembadani

Resep Sunan Bonang ini benar-benar cespleng untuk mengatasi penyakit hati, baik di era beliau masih sugeng sampai di era modern ini. Bahkan di zama ini penyakit hati semakin kompleks akibat kehidupan modern yang tidak terkonstrol dan jauh dari nilai-nilai Ilahiyah. Ibarat orang meminum obat untuk menyembuhkan penyakit, melakukan ibadah untuk tombo ati yang lima itu memang berat (pada mulanya), tapi kalau kita mau mencoba, sebenarnya tidak ada yang berat. Bahkan kalau mau, tombo ati itu bisa dilakukan dalam satu paket.

Caranya ? Bangunlah di sepertiga malam, seperti yang dilakukan Kanjeng Nabi sepanjang hidupnya, untuk salat tahajud. Salat ini memang sunnah, tapi Gusti Allah memerintahkannya langsung dalam Al Quran : Waminal laili fatahajjad bihina…. Setelah tahajud – yang jumlah rakaatnya bisa sama dengan salat Tarawih plus Witir di bulan Ramadan – dilanjutkan dengan salat Subuh. Jadi, selama sepertiga malam sampai Subuh kita bisa melaksanakan Tombo Ati yang lima itu.

Tombo ati yang pertama : moco Quran sak maknane (membaca Al Quran dan maknanya), saat salat tahajjud dianjurkan banyak membaca ayat Al Quran, lebih banyak dan lebih panjang dibanding salat biasa. Kalau tidak hafal, kita bisa salat sambil membaca kitab Al Quran. Kalau tahajud ini kita laksanakan 8 rakaat plus witir tiga rakaat, kita sudah melakukan tadarus cukup banyak. Ini sekaligus bagian dari Tombo Ati yang kedua : salat wengi lakonono. Tombo Ati ketiga : wong kang soleh kumpulono. Setelah tahajjud di rumah selesai – menjelang azan Subuh – kita berangkat ke masjid untuk salat berjamaah. Kita akan bertemu dengan orang-orang saleh yang taat kepada Allah. Orang yang istiqamah Subuh berjamaah di masjid adalah orang saleh, bukan sebaliknya orang munafik, karena salat Subuh adalah ibadah yang paling dibenci dan berat bagi orang munafik. Kita bisa bergaul dengan para ulama, kiai, ustad dan orang-orang yang taat beribadah. Mereka tinggal di pesantren, di masjid di majlis taklim. Yang jelas kita tidak akan menemui kaum solihin ini di tempat-tempat maksiat.

Tombo ati keempat adalah kudu weteng ingkang luwe. Ini ajakan untuk berpuasa, baik wajib maupun sunnah. Yang wajib, jelas satu bulan penuh di bulan Ramadan, sedangkan yang sunnah banyak jalannya : puasa Daud, Senin – Kamis, tiga hari di pertengahan bulan dan puasa di hari-hari tertentu. Kita tidak boleh memanjakan perut dengan mengisi apa saja yang kita inginkan. Saat bangun di sepertiga malam, kita niatkan sekalian untuk puasa sunnah yang diawali dengan makan sahur, bisa sebelum salat atau sesudahnya. Bagi yang terbiasa, makan sahur ini tidak terlalu penting – dilihat dari kuantitasnya – karena sebenarnya kalau sudah terbiasa puasa tanpa sahur pun tidak ada masalah. Kita bisa memilih puasa sunnah yang kita bisa mampu laksanakan.

Tombo ati yang terakhir : zikir wengi ingkang suwe. Sejatinya dalam salat kita sedang berzikir mengingat Allah dengan kalimat thoyyibah : subhanallah, alhamdulillah, lailaha illallah, Allahu akbar. Dalam tahajjud kita bisa memperpanjang rukuk dan sujud sambil membaca kalimat thoyyibah sebanyak-banyaknya. Saat sujud saat biasanya kita membaca subhana robbiyal a’la tiga kali, bisa ditambah beberapa kali, bila perlu diiringi dengan doa. Sujud adalah saat seorang hamba berada dalam posisi sangat dekat dengan Allah, sehingga tidak ada salahnya kita berlama-lama sujud. Kalau semua itu bisa kita laksanakan, seperti janji Allah, tombo ati itu akan kita dapat. Kita akan mendapatkan ketenangan hidup di dunia dan akhirat. Allahumma amin

Iklan

Responses

  1. menarik sekali ulasannya mas caknun…bisa dibayangkan betapa era doeloe…dakwah lewat kesenian betapa efektifnya….nilai-nilai relijius telah menyentuh ummat sedemikian tingginya….mereka ikhlas melaksanakan ajaran agama islam….seharusnya ketika era sekarang yg tidak luput dari segala bentuk moral hazard….model pendekatan itu bisa terus dikembangkan….subhanallah….

  2. Assalaamu’alaikum..

    Kembali bersilaturahmi setelah saya membaca kembali komentar teman-teman yang pernah mengisi ruang persahabatan di laman saya dan telah lama tidak dikunjungi. Didoakan sihat sejahtera dan terus maju dalam berkongsi ilmu bermanfaat untuk semua.

    Terima kasih atas tulisan di atas, walau tidak memahami semua catatannya namun ia tetap sebagai satu hikmah yang berguna.

    Salam persahabatan dari Sarikei, Sarawak, MALAYSIA.

  3. aku butuh tombo ati pak’eeeee .. 😦


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: