Oleh: husnun | Mei 18, 2011

Kuliah Media dan Masyarakat :FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ISI MEDIA

Masyarakat memandang berita sebagai sebuah fakta di lapangan yang kemudian disajikan apa adanya oleh media. Hal ini menyebabkan masayarakat merasa terkejut saat menyaksikan apa yang ditayangkan di media ternyata tidak sama dengan apa yang mereka saksikan. Dengan kata lain, apa yang ditampilkan media sudah melalui berbagai proses sehingga hasilnya tidak utuh lagi seperti fakta. Memang, tidak semua fakta bisa ditampilkan utuh dalam berita, tapi paling tidak campur tangan atau rekayasanya tidak terlalu menyimpang dari kondisi yang sesungguhnya. Dengan demikian, masyarakat harus menyadari berbagai pengaruh yang dihadapi media dalam menyampaikan sebuah berita.

Pamela J. Shoemaker dan Stephen D. Reese (1996), dalam Mediating The Message: Theories of Influences on Mass Media Content, menyusun berbagai faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam ruang pemberitaan. Mereka mengidentifikasikan ada lima faktor yang mempengaruhi kebijakan redaksi dalam menentukan isi media (bandingkan dengan McQuail, 1987), sebagai berikut:

  1. Faktor individual. Faktor ini berhubungan dengan latar belakang profesional dari pengelola media. Level indivual melihat bagaimana pengaruh aspek-aspek personal dari pengelola media mempengaruhi pemberitaan yang akan ditampilkan kepada khalayak. Latar belakang individu seperti jenis kelamin, umur, atau agama, dan sedikit banyak mempengaruhi apa yang ditampilkan media. Latar belakang pendidikan, atau kecenderungan orientasi pada partai politik sedikit banyak bisa mempengaruhi profesionalisme dalam pemberitaan media.
  2. Rutinitas media, berhubungan dengan mekanisme dan proses penentuan berita. Setiap media umumnya mempunyai ukuran sendiri tentang apa yang disebut berita, apa ciri-ciri berita yang baik, atau apa kriteria kelayakan berita. Ukuran tersebut adalah rutinitas yang berlangsung tiap hari dan menjadi prosedur standar bagi pengelola media yang berada di dalamnya. Rutinitas media ini juga berhubungan dengan mekanisme bagaimana berita dibentuk. Ketika ada sebuah peristiwa penting yang harus diliput, bagaimana bentuk pendelegasian tugasnya, melalui proses dan tangan siapa saja tulisan sebelum sampai ke proses cetak, siapa penulisnya, siapa editornya, dan seterusnya.
  3. Organisasi. Level organisasi berhubungan dengan struktur organisasi yang secara hipotetik mempengaruhi pemberitaan. Pengelola media dan wartawan bukan orang tunggal yang ada dalam organisasi berita, ia sebaliknya hanya bagian kecil dari organisasi media itu . Masing-masing komponen dalam organisasi media bisa jadi mempunyai kepentingan sendiri-sendiri. Di dalam organisasi media, misalnya, selain bagian redaksi ada juga bagian pemasaran, bagian iklan, bagian sirkulasi, bagian umum, dan seterusnya. Masing-masing bagian tersebut tidak selalu sejalan. Mereka mempunyai tujuan dan target masing-masing, sekaligus strategi yang berbeda untuk mewujudkan target tersebut. Bagian redaksi misalnya menginginkan agar berita tertentu yang disajikan, tetapi bagian sirkulasi menginginkan agar berita lain yang ditonjolkan karena terbukti dapat menaikkan penjualan. Setiap organisasi berita, selain mempunyai banyak elemen juga mempunyai tujuan dan filosofi organisasi sendiri, berbagai elemen tersebut mempengaruhi bagaimana seharusnya wartawan bersikap, dan bagaimana juga seharusnya peristiwa disajikan dalam berita.
  4. Ekstra media. Level ini berhubungan dengan faktor lingkungan di luar media. Meskipun berada di luar organisasi media, hal-hal di luar organisasi media ini sedikit banyak dalam banyak kasus mempengaruhi pemberitaan media. Ada beberapa faktor yang termasuk dalam lingkungan di luar media:
    • Sumber berita. Sumber berita di sini dipandang bukanlah sebagai pihak yang netral yang memberikan informasi apa adanya, ia juga mempunyai kepentingan untuk mempengaruhi media dengan berbagai alasan: memenangkan opini publik, atau memberi citra tertentu kepada khalayak, dan seterusnya. Sebagai pihak yang mempunyai kepentingan, sumber berita tentu memberlakukan politik pemberitaan. Ia akan memberikan informasi yang sekiranya baik bagi dirinya, dan mengembargo informasi yang tidak baik bagi dirinya. Kepentingan sumber berita ini sering kali tidak disadari oleh media.
    • Sumber penghasilan media, berupa iklan, bisa juga berupa pelanggan/pembeli media. Media harus survive, dan untuk bertahan hidup kadangkala media harus berkompromi dengan sumber daya yang menghidupi mereka. Misalnya media tertentu tidak memberitakan kasus tertentu yang berhubungan dengan pengiklan. Pihak pengiklan juga mempunyai strategi untuk memaksakan versinya pada media. Ia tentu saja ingin kepentingannya dipenuhi, itu dilakukan di antaranya dengan cara memaksa media mengembargo berita yang buruk bagi mereka. Pelanggan dalam banyak hal juga ikut mewarnai pemberitaan media. Tema tertentu yang menarik dan terbukti mendongkrak penjualan, akan terus-menerus diliput oleh media. Media tidak akan menyia-nyiakan momentum peristiwa yang disenangi oleh khalayak.
    • Pihak eksternal seperti pemerintah dan lingkungan bisnis. Pengaruh ini sangat ditentukan oleh corak dari masing-masing lingkungan eksternal media (baca teori normatif komunikasi massa, dan teori makro). Dalam negara yang otoriter misalnya, pengaruh pemerintah menjadi faktor yang dominan dalam menentukan berita apa yang disajikan. Keadaan ini tentu saja berbeda di negara yang demokratis dan menganut liberalisme. Campur tangan negara praktis tidak ada, justru pengaruh yang besar terletak pada lingkungan pasar dan bisnis.
  1. Ideologi, diartikan sebagai kerangka berpikir atau kerangka referensi tertentu yang dipakai oleh individu untuk melihat realitas dan bagaimana mereka menghadapinya. Berbeda dengan elemen sebelumnya yang tampak konkret, level ideologi ini abstrak. Ia berhubungan dengan konsepsi atau posisi seseorang dalam menafsirkan realitas.

Raymond William (dalam eriyanto, 2001) mengklasifikasikan penggunaan ideologi tersebut dalam tiga ranah.

  • · Sebuah sistem kepercayaan yang dimiliki oleh kelompok atau kelas tertentu. Definisi ini terutama dipakai oleh kalangan psikologi yang melihat ideologi sebagai seperangkat sikap yang dibentuk dan diorganisasikan dalam bentuk yang koheren. Sebagai misal, seseorang mungkin mempunyai seperangkat sikap tertentu mengenai demontrasi buruh. Ia percaya bahwa buruh yang berdemontrasi mengganggu kelangsungan produksi. Oleh karenanya, demontrasi tidak boleh ada, karena hanya akan menyusahkan orang lain, membuat keresahan, menggangu kemacetan lalulintas, dan membuat persahaan mengalami kerugian besar. Jika bisa memprediksikan sikap seseorang semacam itu, kita dapat mengatakan bahwa orang itu mempunyai ideologi kapitalis atau borjuis. Meskipun ideologi disini terlihat sebagai sikap seseorang, tetapi ideologi di sini tidak dipahami sebagai sesuatu yang ada dalam diri individu sendiri, melainkan diterima dari masyarakat.
  • · Sebuah sistem kepercayaan yang dibuat –ide palsu atau kesadaran palsu- yang biasa dilawankan dengan pengetahuan ilmiah. Ideologi dalam pengertian ini adalah seperangkat kategori yang dibuat dan kesadaran palsu dimana kelompok yang berkuasa atau dominan menggunakannya untuk mendominasi kelompok lain. Karena kelompok yang dominan mengontrol kelompok lain dengan menggunakan perangkat ideologi yang disebarkan ke dalam masyarakat, akan membuat kelompok yang didominasi melihat hubungan itu nampak natural, dan diterima sebagai kebenaran. Di sini, ideologi disebarkan lewat berbagai instrumen dari pendidikan, politik sampai media massa.
  • · Proses umum produksi makna dan ide. Ideologi disini adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan produksi makna.

Responses

  1. saya spendapat akan 5 faktor isi media tersebut, saya pikir ke-5 faktor d atas dalam realitanya memang demikian, sehingga ketika kita ingin mengkaji isi berita maka tentunya sdkit banyak dpt memahami dgn bijak, brbeda jk orang awam yg tdk memiliki pngetahuan ttg jurnalistik, media ato seseuatu yg bs d jadikan filter dlm mengkaji isi media akan memahaminya dgn mentah-mentah…
    ke-5 faktor2 tersebut harusnya serta merta d iringi oleh kepentingan pembaca/pencari informasi dalam hal ini masyarakat luas, yaitu ingin mendapatkan informasi yg benar2 kevalidannya dan faktanya. hal ini saya pkir merupakan tujuan dari setiap media dalam menghadirkan berita2 yg berkualitas.

  2. walau kelima faktor nantinya akan mempengaruhi suatu isi media,yang tidak boleh dilupakan konten dari media tersebut harus tetap sesuai dengan kode etik pers. harus cover both side. sikap netral harus tetap dipertahankan. saya akan memberi contoh dari faktor individual.
    untuk bekerja di suatu media saat ini tidak lagi memandang lulusan dari jurusan komunikasi/jurnalistik. semua jurusan dapat menjadi wartawan. misalnya saja sarjana ekonomi menjadi wartawan di rubrik ekonomi dan bisnis. tulisan yang dihasilkan akan lebih baik karena ia memiliki pengetahuan ekonomi yang lebih luas dibanding sarjana komunikasi.
    wartawan yang memiliki kesukaan tertentu, misalnya menyukai olahraga, tulisan yang dihasilkan nantinya akan lebih enak dibaca dibanding wartawan yang tidak menyukai olahraga. karena ia menulis berita dengan perasaan senang tanpa adanya keterpaksaan.

  3. apapun faktor yang mempengaruhi isi media, hal yang terpenting menurut saya adalah bagaimana isi media itu tetap jalan lurus, karena media akan sangat memiliki pengaruh besar akan pembentukan masyarakat nantinya

  4. sebagai jurnalis sekarang ini tidak bisa berdiri sendiri mengikuti hati nuraninya.tetapi mengikuti kata dari media tempatnya bernaung jadi kepentingan dari orang yang mempunyai media untuk kepentingannya.
    menurut saya kebebasan pers itu cuma di salah artikan oleh kepentingan yang berkuasa menggunakan media sebagai alat.seharusnya kebebasan pres itu mengikuti kata hati.

  5. saya setuju dengan ke-5 faktor yang mempengaruhi nilai kelayakan berita.
    5 hal tersebut telah mampu untuk membuat publik percaya begitu saja…tanpa menmcari mana yang benar dan yang salah.
    tapi bila berita tetap seperti itu (dipengaruhi oleh ke-5 faktor ) niscaya publik lama-kelamaan akan jenuh dan malaz untuk memperhatikan berita yang disiarkan atau diinformasikan pada mereka.

    berita – berita yang diberikan pada publik kini memang penuh dengan kepentingan, seperti halnya informasi mengenai sesuatu yang menyangkut hargadiri atau reputasi seseorang atau instansi akan tidak begitu di ekspose (bila instansi / seseorang tsb mempunyai ruang yg cukup besar dlm mempengaruhi perkembangan media tsb).

    tri sulistiowati 02880288/ jurnalis D

  6. seperti pendapat teman-teman diatas saya pun setuju dengan lima faktor yang mempengaruhi isi media tersebut. tanpa faktor2 tersebut media tidak akan berjalan dengan sempurna. tapi perlu diingat bahwa isi media harus balance dengan kenyataan, karena masyarakat tidak hanya butuh informasi tapi kebenaran fakta.

    saya khawatir media-media di Indonesia selalu diselubungi oleh kepentingan politik yang semakin membuat masyarakat jenuh dengan berita-berita yang dikemas oleh media tersebut.

    saya bingung pak mau komen apa…tapi intinya 5 faktor tersebut harus tetap mendahulukan kepentingan masyarakat dalam haknya mendapat informasi yang jelas, akurat, berimbang dan netral..

  7. Dian Kurniasari
    08220295 / IKOM D

    tidak hanya kelima faktor di atas yang mempengaruhi…dari media sendiri pun sedikit banyak mempengaruhi isi dari media sendiri. Tidak dipungkiri bahwa kepentingan pribadi banyak mempengaruhi apa yang diberitakan…bahkan terkadang mereka berlindung di balik kata “kebebasan pers” ataupun “demokrasi”. Lama-kelamaan masyarakat pastinya sangat jenuh…
    Alangkah bijaksana ketika memang idealisme tidak ditinggalkan secara menyeluruh…walaupun sudah banyak ungkapan “mempertahankan idealisme berarti tidak bisa hidup di lapangan”…namun jika media massa sudah menjadi lahan politik sepenuhnya…dimana ruang publik yang bebas kepentingan ???

  8. “dunia ini panggung sandiwara”

    bener juga lagunya nike ardila (alm)… harusnya media itu menjalankan perannya sebagai pihak yang mendorong masy untuk berfikir cerdas … tapi apa yang terjadi malah sebaliknya?… media malah “membodohi publik” dengan berita-berita yang penuh nuansa kepentingan.

    katanya media itu ada sebagai ruang publik,, MANA??…. jangan-jangan itu hanya sebatas teori.

  9. terkait isi media dan terkait perkuliahan media dan amsyarakat..
    saya mau tanya nieh..mana yang lebih banyak berpengaruh dan benar..
    media yang mempengaruhi masyarakat.??
    atau masyarakat yang mempengaruhi media??
    karena ketika saya melihat fenomena yg ada (realitas) hubungan kedua variabel itu menjadi pertanyaan dasar yang harus dipahami dulu.

    mahasiswa butuh pencerahan >>^_^

  10. media = kesadaran semu

  11. sayang Isi media skarang banyak dipengaruihi oleh kpgentingan2 pribadi sang pemilik media….

  12. sayang sekali media sekarang ini di penuhi oleh kepentingan gengsi oleh para pemiliknya, sehingga keluar dari fungsi media itu sendiri, GENGSI MENGALAHKAN DARIPADA FUNGSI,,,

  13. Pak Husnun, kebetulan dulu saya pernah menjadi wartawan magang di surat kabar yang waktu itu bapak pimpin, dan justru faktor-faktor yang bapak sebutkan di atas-lah yang membuat saya ‘menyerah’ dan akhirnya enggan menjadi wartawan lagi. Mungkin idealisme saya bisa dianggap basi, tapi entah kenapa sampai sekarang saya masih ingin menjadi ‘wartawan di luar media’, yang sedikit banyak terbantu dengan adanya media-media sosial belakangan ini, yang seakan memberikan tempat untuk ‘berkoar-koar’ sendiri. Dan ternyata, meskipun ‘di luar media’, faktor nomor lima lah yang ternyata tak bisa dihindari.

    Wassalam

  14. media pada zaman ini meupakan sesuatu yang vital oleh karena itu sya spakat den tmn2 di atas….apalagi bagi pribadi2 yang berprofesi sebagai guru…..thanks.

  15. profesional dalam profesi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: