Bal-balan, Jurnalistik dan Opini

Menulis sudah menjadi bagian dari hidup saya. Ada sesuatu yang hilang saat saya tidak menulis. Dengan menulis saya bisa menuangkan apa saja yang ada di benak saya. Saya bersyukur karena diberi kesempatan bisa menyalurkan ‘’syahwat’’ menulis saya melalui media cetak. Meskipun bukan cita-cita saya, menjadi wartawan merupakan profesi yang sangat menyenangkan. Itulah sebabnya saya meninggalkan tugas saya sebagai seorang guru PNS pada sebuah STM Negeri di Semarang sekitar awal tahun 1990-an. Bukan bermaksud mengecilkan pekerjaan menjadi PNS, tapi panggilan hati saya memilih wartawan sebagai pilihan hidup.

Dengan demikian, saya bisa menulis setiap saat. Bahkan kesempatan menulis tidak hanya saya dapatkan di media cetak, tapi juga melalui buku. Tahun 2006 buku saya yang pertama : Panduan Menulis Berita, terbitan UMM Press terbit. Setahun berikutnya cetakan kedua diterbitkan. Agustus 2007, buku kedua : Arema Tiga Tahun Tiga Juara dengan penerbit yang sama, diterbitkan. Meskipun belum dicetak ulang, tapi buku ini mendapat sambutan yang lumayan. Di Toko Buku Gramedia dan Toga Mas, buku ini ditempatkan di display buku best seller bersanding dengan – salah satunya – buku laris tulisan Dahlan Iskan – bos saya di Jawa Pos – Ganti Hati.

Menulis menjadikan hidup saya menjadi indah. Kini kesempatan menulis semakin luas setelah saya punya blog. Sudah lama saya ingin punya blog, tapi selalu terhambat. Bukan apa-apa, cuma malas saja. Menulis di dunia maya sangat menggoda hati saya. Itu bermula saat saya mengunjungi para blogger top di WP. Betapa senangnya punya blog. Saya hanya bisa memberi komen pada beberapa tulisan yang sangat menarik. Kesempatan lebih besar diberikan oleh pemilik Blog Berita Dot Com, Bataknews Dot Com, Jarar Siahaan, asal Balige Sumut yang memuat tulisan-tulisan saya. Tapi karena ada ‘’tragedi’’ perang blog, maka Lae Jarar menutup blognya untuk para kontributor. Wah, tentu saja saya kaget.

Tapi setiap peristiwa ada hikmahnya. Ketika kesempatan menulis di blognya Lae Jarar tertutup, semangat untuk membuat blog sendiri tak bisa ditawar lagi. Menulis di dunia maya merupakan pengalaman baru yang sangat mengasyikkan. Setelah ngempet cukup lama, ‘’syahwat’’ untuk memiliki blog tak bisa dibendung lagi. Maka pada akhir tahun 2007, mimpi saya punya blog akhirnya kesampaian. Berhubung saya lumayan gaptek, maka untuk urusan membuat blog ini saya dibantu teman saya Dewi, Si Anak Tulungangung yang lebih dulu ngeblog.

 

Materi blog ini bak gado-gado. Tapi yang paling banyak soal sepakbola, jurnalistik dan opini saya mengenai berbagai fenomena sosial, baik lokal maupun nasional. Kenapa Caknun Arema ? Ya, karena saya tinggal di Kota Malang – lahir di Surabaya 49 tahun yang lalu – dan saya sangat bangga sebagai Arema. Malang adalah kota impian. Saya bangga bisa tinggal di kota yang indah ini.

Responses

  1. Wah, kalo saya lahir di SIDOARJO cak NUN, aslinya anak kolong, cuman terdampar di Malang karena Bapak saya Pindah Tugas, wah bukune di Gramedia karo Toga Mas, jadi pengen baca, kalo Ganti Hati udah sampe bosen baca di Jawa Pos, rodo narsis si pak Dahlan e .. hahahahah …. lhaaaaa ben wes wong korane dhewe.

    ojo omong, ngko nesu wong e …… tau tak sms sampean narsis pak mentang² korane dhewe. hahahahaha

  2. huehehehehe3….
    wheww!! kaGet juga pas ngeBaca PoTinGan ini, tErnYata ada NamaKyu… (alinea keempat 😉 )

    ehMmm…Lumayan lah, nampang pLus Promo GrEtoNG di sini yach… *Orang NarSIs…..*

    WeLL, menuLis emang jadi ‘KataRSis’ cERdas yang tak meRugikan oRg Lain. Bahkan mungkin bermanfaat, jika pembaca tulisan kita mampu mengambil hikmah dan pelajaran.

    Jadi ga salah klo I have to say thx to Mr Nun yG dah kasih peLajaran Nulis,
    kesemPatan pake Kompi (maksud-e komputer pak…) pas magang dulu..
    dan banyak pelajaran lainnya…

    KeEP in wRItiNg n’ bLoGgInG yach Pak…

  3. 🙂

  4. “Itulah sebabnya saya meninggalkan tugas saya sebagai seorang guru PNS pada sebuah STM Negeri di Semarang sekitar awal tahun 1990-an.”

    Agak tersindir sedikit 🙂

  5. wuih mbois cak Nun wes iso disejajarkan dengan DAHLAN Iskan utowo Gunawan Muhammad… Wes pemred MP, Humas Persema, Tukang Karang (pengarang;red), Panwaslu, Dosen, Opo mane kiro-kiro cak sing durung? (sirik tanda tak laku…naisak)
    Jare merangkap jabatan itu tidak etis?
    gak popo wes cak sing penting oerip!!
    wes wayahe nggawe anak perusahaan koyoke MP cak. suwun.

  6. @janger
    He..he..he umak osi ae jes. Ngawur lek ayas disejajarkan dengan Dahlan Iskan atau Gunawan Muhammad. Sumprit jes, ayas kadit tahu njaluk jabatan, moro-moro ditawari. Diapak-apakno, ayas tetap wartawan

  7. Cak Nun?kayanya pernah dengar!tp kok ga sama dengan yang di televisi ya?emhh mungkin ini lain,ternyata Cak Nun nYa Malang Post,wah…inget aku yang waktu itu kasih Materi waktu saya ikut diklat Jurnalistik Bestari di Aula Masjid AR.Fachrudin UMM,emm cak Nun klo boleh diberi kesempatan mohon di Link kan blog saya biar ikut tenar..cieee kan orang MP jadi cepet terkenalnya,bukan maksud memanfaatkan popularitas ya,namun Cak nun bisa jadi adalah salah satu tren setter di dunia jurnalistiknya Malang.eh Cak saya masih belum percaya diri menulis blog sendiri,jadi yang saya pasang di blog saya ngambil dari MP,hi..hii Maaf.

  8. Cak kok belum di balas Commend Q

  9. Oyi, wis nayamul jea umak duwe blog. Artine, bisa mengekspresikan segala sesuatu yang ada di benak kita ke dalam blog. Kenapa gak percaya diri ? Tidak ada sesuatu dimulai langsung sempurna, pasti ada kelemahan dan kesalahan. Tidak ada sukses tanpa keberanian. Jadi, jangan ragu lagi, tulis apa saja yang kamu anggap baik ; opini kamu, hasil reportase, pengamatan soal Arema atau apa saja. Ayo, tulis sekarang

  10. Aremania Borneo Samarinda Kaltim saat acara lomba Karnaval PON XVII Kalimantan Timur beberapa waktu yang lalu. Pada acara ini, Aremania Samarinda yang mengusung tema untuk ikut mensukseskan PON XVII Kaltim menyabet gelar Juara I dan diundang oleh Gubernur Kaltim untuk turut serta pada acara pembukaan PON XVII. Pada saat karnaval berlangsung, selain lengkap dengan atribut Aremania, nawak-nawak Aremania Samarinda Kaltim juga membawa bendera merah putih berukuran besar dengan panjang 150 meter dan lebar 2 meter.

    Sekitar kurang lebih 100 Aremania Samarinda yang mengikuti karnaval pada 29 Juni 2008 tersebut juga menggunakan 2 mobil hias. Selain itu, ketika penilaian juri di garis finis, Aremania mempertunjukkan atraksi-atraksi gerakan, nyanyian, dan yel-yel seperti layaknya pertandingan kandang di Stadion Kanjuruhan. Tak pelak, dewan juri pun menganugerahi Aremania sebagai juara 1 dan diundang ke pembukaan PON XVII di Kaltim.

  11. saya walaupun jauh di balikpapan selalu monitor dan melihat arema main di tv. tapi sayang permainannya kurang hebat seperti masih ditangani oleh Bendol, dan pelatih yang sekarang ini perlu dievaluasi beserta pemainnya yang kurang maksimal, dan perlu diperhitungkan pula sdr.aji santoso yang berhasil sukses jadi pelatih pon jatim dan saya melihat sendiri gimana di stadium palaran kaltim mengatur strategi untuk memenangkan pertandingan trim dan salam buat aremania.

  12. Assalamu’alaikum…
    Kulo nuwun pak Husnun, barusan sampean ngasih saya dan teman2 laen di FLP UM, di eramedia lt.2…
    Ni saya mulai di hari jadi kemerdekaan, hari ini saya berharap bisa yang seperti sampean sampaikan tadi… kemerdekaan yang besar itu sebagai seorang penulis,
    ‘Lay your hand for me’ -pinjam judul lagunya Bon Jovi- untuk bisa seperti sampean pak… yaitu menjadi penulis.
    Mohon, bimbing aku, ajari aku…
    biar hidupku lebih bermakna lagi.
    (M. Munir)

  13. saya juga mau belajar menulis dengan Cak Nun.
    Mohon Cak Nun berkenan memberikan ilmunya kepada kami.
    salam

  14. Cak nun,ayas Aremania ojraodis. Ayas wes muter2 golek buku arema tiga tahun tiga juara nang gramed n toga mas ndek ayabarus tp kadit unem.Onone ndek ngalam ae a?soale ayas lagi butuh gawe rferensi pnelitian.Nuwus,Cak

  15. Keep writing.
    ikatlah ‘ilmu dengan menuliskannya.

    asyik ni, ono bal-balan+jurnalis+opini kombinasi racikan dari ‘koki’ Caknun :mrgreen:

    siap menikmati sajiannya.

  16. Memoar “Menulis”

    Menulis adalah nafas sejarah
    Menulis adalah ungkapan jiwa

    more power for write…

  17. sudah terlalu banyak makan garam 🙂
    saya masih sangat newbie, baru berapa bulan ngeblog, awalnya si sekedar iseng, tapi begitu melihat blogger lain,, apalagi yang sudah kawakan, seperti pak, heri, pak heru, dan pak husnun sendiri, “shahwat” saya jadi mulai naik… hehehehe 😀

  18. wah,,, ayas musti belajar menulis niy ke pak husnun 😀 , semangat pak e!! ayas halam super kuatrok urusan blog :mrgreen: , jadi makin semangat belajar ngeblog juga pak.. 😀

  19. Salam kenal Cak…!!! ayas belajar nulis di blog… tp belum berhasil cak shg lama ayas tidak ngerumat blog, berkunjung ya dan kritisi habis2an… rutam nuwus … sam…!!!

  20. …saya juga bangga pak jadi aremania…hikhikhik

    entah kenapa, pas baca kata-kata bapak yang ini “tapi panggilan hati saya memilih wartawan sebagai pilihan hidup”…kok merinding yah saya pak (geje)

  21. dengan menulis pun kadang aku juga mempunyai kepuasan tersendiri dalam mengungkapkan isi pikiran yang ada 😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: